Pernyataan bersama pemimpin Gereja-Gereja di Yerusalem menolak pengambil alihan peninggalan Kristen oleh pihak pemerintah Israel

Pernyataan bersama pemimpin Gereja-Gereja di Yerusalem menolak pengambil alihan peninggalan Kristen oleh pihak pemerintah Israel

YUDEA-PALESTINA (Yubelium.com) — Para pemimpin Gereja-Gereja di Yerusalem telah mengeluarkan sebuah pernyataan bersama bertanggal 8 September 2017 antara lain menyerukan perlindungan terhadap warisan-warisan milik Kekristenan, menolak keputusan pengadilan yang tidak adil, termasuk upaya pengambil alihan peninggalan-peninggalan milik gereja.

“Kami melihat dalam aksi-aksi ini upaya tersistematis untuk melemahkan integritas Kota Suci Yerusalem dan Tanah Suci, dan melemahkan kehadiran Kekristenan.

“Kami menegaskan secara gamblang bahwa komunitas Kristen yang bergairah dan hidup adalah bagian mendasar dari susunan masyarakat kita yang beragam, dan ancaman terhadap komunitas Kristen hanya akan meningkatkan ketegangan yang menguatirkan yang telah muncul di saat yang bergejolak ini.”

Pernyataan yang diawali dengan kutipan dari Kitab Yesaya 1:17 “Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan…belalah hak orang-orang tertindas” itu meratapi keputusan pengadilan yang tidak menguntungkan Patriakat Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem terkait hak atas sebuah lahan milik gereja, dan munculnya sebuah rancangan undang-undang di Knesset yang “akan membatasi hak gereja-gereja atas harta miliknya.”

Mereka menyesalkan pelanggaran terhadap Status Quo, persetujuan yang mengatur Tempat-Tempat Suci dan yang menegakkan hak dan keistimewaan Gereja-Gereja. Status Quo ini diterima secara umum baik oleh otoritas keagamaan maupun pemerintahan, dan “telah selama ini dijaga oleh pemerintah sipil di wilayah kami.”

Sebagai yang dipercayakan untuk merawat Situs-Situs Suci dan komunitas masyarakat asli Kristen di Tanah Suci, kami “menyerukan kepada rekan-rekan kami para pemimpin Gereja-Gereja dan seluruh umat Kristen di seluruh dunia, termasuk kepala-kepala pemerintahan, dan semua orang yang berniat baik,

untuk mendukung kami dalam memastikan tidak ada lagi upaya-upaya dari pihak manapun untuk mengubah Status Quo historis, semangat dan aturan di dalamnya,” demikian seruan para pemimpin Gereja-Gereja di Yerusalem.

 

Bertanda:

+Patriark Theofilus III, Patriakat Gereja Ortodoks Yunani

+Patriark Nurhan Manougian, Patriakat Gereja Ortodoks Armenia Apostolik

+Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa, Administrator Apostolik, Patriakat Gereja Latin

+Fr. Francesco Patton, OFM, Wali Tanah Suci

+Uskup Agung Anba Antonius, Patriakat Gereja Ortodoks Koptik, Yerusalem

+Uskup Agung Swerius Malki Murad, Patriakhat Gereja Ortodoks Suriah

+Uskup Agung Aba Embakob, Patriakat Gereja Ortodoks Etiopia

+Uskup Agung Yusuf-Yules Zerey, Patriakat Gereja Katolik Yunani Melkit

+Uskup Agung Mosa El-Hage, Eksar Patriakat Gereja Maronit

+Uskup Agung Suheil Dawani, Gereja Episkopal Yerusalem dan Timur Tengah

+Uskup Munib Yunan, Gereja Lutheran Injili di Yordan dan Tanah Suci

+Uskup Pierre Malki, Eksar Patriakat Gereja Katolik Suriah

+Msgr. Georges Dankaye’, Eksar Patriakat Gereja Katolik Armenia

 

Terjemahan selengkapnya dari pertanyataan itu dapat dilihat di OCN (Bahasa Inggris).