Doakan solusi damai, Gereja-Gereja Suriah kecam serangan AS, Inggris, dan Perancis

Doakan solusi damai, Gereja-Gereja Suriah kecam serangan AS, Inggris, dan Perancis

SURIAH (Yubelium.com) — Serangan udara yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis terhadap Suriah pada Jumat, 13 April 2018 merupakan agresi militer yang “tidak adil” dan “brutal,” demikian antara lain tertuang dalam pernyataan bersama pemimpin gereja-gereja utama di Suriah, bertanggal 14 April 2018.

Mereka menyoroti tindakan tersebut dilakukan ketika Komisi internasional independen yang bertugas menyelidiki tuduhan penggunaan senjata kimia sudah berada di Suriah untuk memulai tugas mereka, demikian menyepelekan tugas komisi ini.

Media melaporkan bahwa lebih dari 100 rudal ditembakkan ke arah Damaskus dan wilayah yang memiliki fasilitas militer dan yang dituduh sebagai tempat pembuatan senjata kimia. Sekitar 70 di antaranya dilaporkan berhasil dilumpuhkan oleh pertahanan udara Suriah. Dalam pesan di media sosialnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan “misi berhasil.”

Patriark Antiokia dan Timur Raya Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Ortodoks Suriah, Gereja Katolik Melkit-Yunani mengecam serangan itu karena datang dari negara-negara yang tidak diserang oleh Suriah, sehingga merupakan “pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa, karena merupakan serangan yang tak dapat dibenarkan terhadap negara berdaulat, anggota PBB.”

Mereka melihat bahwa serangan itu hanya akan mendorong para teroris yang beroperasi di Suriah untuk melanjutkan tindak terorisme.

Dalam pernyataan itu, para pemimpin gereja-gereja yang sejarahnya kembali ke awal Kekristenan itu menyerukan kepada PBB untuk memperjuangkan solusi damai bagi Suriah, dan memohon supaya umat Kristen di AS, Inggris, Perancis “untuk memenuhi tugas Kristen mereka, menurut ajaran Injil, dan mengecam tindakan agresi ini dan menyerukan kepada pemerintah mereka untuk berkomitmen pada perlindungan perdamaian internasional.”

“Kami mendoakan keamanan, kemenangan, dan kelepasan Suriah dari segala macam peperangan dan terorisme. Kami juga mendoakan perdamaian bagi Suriah dan bagi seluruh dunia, dan menyerukan penguatan upaya rekonsiliasi nasional demi melindungi negeri dan menjaga martabat semua rakyat Suriah,” demikian tertuang dalam pernyataan itu.

Pernyataan itu ditanda tangani oleh Patriark Yohanes Ke-10, pemimpin Gereja Antiokia dan Timur Raya, Patriark Ignasius Aphrem Ke-2, pemimpin Gereja Ortodoks Suriah, dan Patriark Yusuf Absi, pemimpin Gereja Katolik Melkit-Yunani di Antiokia, Alexandria, dan Yerusalem.

%d bloggers like this: