Tiongkok: Gedung gereja besar diledakkan; Injil Yesus Kristus tidak dapat dimatikan

Gereja Kaki Dian di Shanxi, Tingkok. Tempat beribadah sekitar 50.000 jemaat. (Layar diam video yang dimuat BBC via bpnews.net)

TIONGKOK (Yubelium.com) — Gedung gereja Kaki Dian Emas, tempat beribadah sekitar 50.000 jemaat di Linfen, Shanxi, menjadi reruntuhan pada 9 Januari 2018 setelah polisi militer dibawah arahan pejabat pemerintahan komunis meledakkannya.

Gereja Kaki Dian Emas merupakan salah satu gereja Protestan yang tidak terdaftar sebagai bagian dari Gerakan Patriotik Tiga-Mandiri (GPTM), yang diakui pemerintah namun sering dilihat oleh gereja-gereja independen terlalu dikontrol oleh pemerintah. Yang dimaksud dengan “tiga mandiri” adalah kemandirian dalam bidang daya, dana, misi.

Menurut Bob Fu, dari organisasi China Aid, gereja-gereja anggota GPTM tidak diperbolehkan mengabarkan Injil di luar batasan gereja, membaptis mereka yang berumur di bawah 18 tahun, dan memilih pemimpin gereja tanpa pengawasan pemerintah, demikian BPnews (16/1/2018).

R. Albert Mohler, rektor Southern Baptist Theological Seminary (sekolah teologi Gereja Baptis Selatan), menyebut peledakan tempat ibadah di negera berhaluan komunis itu menunjukkan kelemahan dan rasa takut.

“Dengan 20 abad sejarah gereja di belakang kita, kita sekarang bisa meyakinkan pemerintah komunis di Tiongkok, bahwa jika mereka berpikir dapat mematikan Injil Yesus Kristus dengan meledakkan sebuah bangunan [gereja], maka mereka menipu diri mereka sendiri,” demikian dikutip BP.

Ia menambahkan bahwa jika Partai Komunis di Tiongkok merasa bahwa mereka menunjukkan kekuatan dengan cara demikian, “maka kenyataannya mereka menunjukkan kelemahan dan ketakutan mereka.”

 

%d bloggers like this: