Ketabahan, pengampunan, pengharapan, dan doa: senjata umat Kristen Koptik melawan terorisme

Ketabahan, pengampunan, pengharapan, dan doa: senjata umat Kristen Koptik melawan terorisme

MESIR (Yubelium.com) — “Serangan kemarin di Gereja Santo Mina di Helwan, di pinggiran kota Kairo, memang diarahkan pada warga masyarakat Kristen di Mesir, tetapi di samping warga Kristen yang kehilangan nyawa, paling tidak ada satu warga Muslim anggota petugas keamanan yang membayar harga yang sangat besar untuk melindungi sesama warga Mesirnya menunaikan hak mereka untuk beribadah,” demikian siaran pers Uskup Agung Gereja Koptik, Angelos di London, Inggris, 30 Desember 2017 menanggapi serangan biadad terhadap umat yang beribadah.

“Ini seharusnya adalah waktu ketika pribadi dan keluarga bersiap menyambut Tahun Baru, dan bagi umat Gereja Kristen Ortodoks Koptik, merayakan Perayaan Natal pada 7 Januari mengikuti penanggalan Julian. Namun, kami merasa sedih karena sekali lagi mendapati diri menangisi hilangnya hidup yang berharga dari anak-anak, perempuan dan laki-laki yang tidak lain datang untuk berdoa sama seperti jutaan lainnya di seluruh dunia.”

“Sekalipun dalam saat yang sulit ini, umat Kristen Mesir, yang telah menangisi lebih dari 100 anggotanya di tahun lalu yang menjadi korban serangan yang menargetkan gereja dan perorangan, terus melanjutkan apa yang telah mereka lalukan selama berabad-abad; mereka tabah, mengampuni, berpengharapan, dan terus berdoa bagi Mesir, dan bagi para pemimpinnya, di tengah tantangan yang sulit pada sejarahnya kini.

“Kami berharap supaya sikap luar biasa dari komunitas orang percaya ini…dapat mengubahkan hati mereka yang terus berupaya menghancurkannya.”

Dua orang bersenjata menyerang jemaat di gereja Mar Mina Koptik Ortodoks pada 30 Januari 2017. Sembilan warga Kristen Koptik, serta seorang Muslim menjadi martir.

Menanggapi serangan terhadap warga Koptik di Sinai, pada 28 Februari 2017 Uskup Agung Angelos menulis:

Kami berdoa bagi mereka yang menderita karena terorisme dan kekerasan,
supaya Tuhan menganugerahkan kedamaian dan kepastian
bahwa Ia tidak melupakan mereka
dan orang-orang yang tidak hanya menyaksikan penderitaan mereka
tapi juga berusaha untuk membela mereka.
Kami juga berdoa bagi pemerintah dan mereka yang berpengaruh
untuk membela orang-orang yang dipercayakan kepada mereka.
Akhirnya…kami berdoa bagi mereka para pelaku kejahatan ini,
supaya mereka dapat lagi menyadari nilai sebenarnya setiap kehidupan
yang nampaknya tidak begitu berharga di mata mereka.

Dalam ungkapan simpati dan belasungkawa dari Gereja Ortodoks Rusia, Metropolitan Volokolamsk Hillarion mengajak semua pihak untuk terus merapatkan barisan melawan terorisme, dan “biar kita senantiasa mengingat bahwa para pelaku terorisme tidak memiliki masa depan, karena setiap kejahatan mengancurkan dirinya sendiri.

 

%d bloggers like this: