Teolog Pasca-liberalisme telah berpulang, tinggalkan warisan kerja teologi dan praktek iman

Teolog Pasca-liberalisme telah berpulang, tinggalkan warisan kerja teologi dan praktek iman

AMERIKA SERIKAT (Yubelium.com) — Teolog Lutheran yang melewatkan lebih dari 40 tahun mengajar di Yale Divinity School (YDS), George Lindbeck menghembuskan nafas terakhir pada 8 Januari 2018 di tempat perawatannya di Florida. Ia berusia 94 tahun.

Profesor Lindbeck membantu menegaskan gerakan teologi Pasca-liberalisme (postliberalism) lewat bukunya The Nature of Doctrine: Religion and Theology in a Postliberal Age (hakikat doktrin: agama dan teologi di era pasca-liberalisme), terbit 1984.

Ia menolak pemikiran liberal yang kuat dalam aliran Protestan modern yang cenderung mendefinisikan kebenaran keagamaan dari pengalaman pribadi. Sebagai gantinya ia menawarkan “bahasa budaya” (cultural-linguistic) yang melihat pengakuan iman (credo) dan praktek iman komunitas agama sebagai dasar atas pemahaman keagamaan, demikian dilansir Christianity Today (23/1/2018).

Pendekatan Pasca-liberalisme melihat dialog ekumenis sebagai upaya mempelajari “bahasa budaya” yang unik dalam setiap tradisi, melindungi integritas sudut pandang keimanan masing-masing, dan membuka ruang bagi setiap tradisi untuk berbicara bagi mereka sendiri.

Prof Lindbeck dikenang sebagai seorang yang terlibat aktif dalam membawa gereja-gereja pada kerja sama dan semangat persaudaraan. Ia berperan sebagai pengamat dalam Konsili Vatikan Kedua (1962-1965).

“Ia dapat melampaui apa yang dianggap oleh sebagian [teolog] sebagai penghalang yang terlalu sulit diseberangi melalui pemikiran dan tindakannya,” ungkap Margaret Farley, rekan pengajar di Yale, dikutip Christian Century (23/1/2018). “Seorang yang sangat lembut hati, pencari kebenaran, ia menghargai bahkan memberi referensi terhadap iman dan pengharapan yang ada dalam semua taradisi Kristen utama.”

Lulusan Gustavus Adolphus College dan YDS, Prof Lindbeck mendalami topik gereja abad pertengahan dan menulis disertasi tentang John Duns Scotus, seorang filsuf dan teolog kenamaan.

Prof Lindbeck mengajar di YDS sepanjang memenuhi panggilannya sebagai dosen, dari 1951-1993. Ia meninggalkan sang isteri, Violette, dan puteri, Kristen.

Pendekatan Pasca-liberalisme merupakan “instrumen apologetis untuk membantu [gereja] menjadi [gereja] yang berpengakuan iman atau yang secara sederhana adalah Kristen (mere Christian) di zaman kita,” demikian tanggapan Uskup Dallas Gereja Episkopal, George Sumner. “Ini yang diharapkan [almarhum] dan apa yang ingin ia sumbangkan. Lebih jauh lagi, [pendekatan] ini secara mendalam dipengaruhi oleh misi.”

Prof Lindbeck dibesarkan di Tiongkok dan Korea sebaga putera dari pasangan misionaris gereja Lutheran. Ia tumbuh menjadi apa yang disebut Uskup Sumner, “seorang misionaris untuk era pasca-modernisme” (postmodernism).