Studi: Penggunaan material cabul meningkatkan resiko perceraian dua kali lipat bagi pria — bagi wanita?

Studi: Penggunaan material cabul meningkatkan resiko perceraian dua kali lipat bagi pria — bagi wanita?

AMERIKA SERIKAT (Yubelium.com) — Sosiolog Samuel Perry dan rekan peneliti Cyrus Schleifer, keduanya dari University of Oklahoma di Norman, mendapati bahwa ketika orang mulai melihat gambar cabul mereka lebih beresiko mengalami perceraian dengan pasangan mereka, demikian dilansir Science (26/7/2017).

Bagi pria resiko tersebut meningkat dari 5% menjadi 10%, bagi wanita dari 6% menjadi 18%.

Pria yang mulai melihat gambar cabul dalam kurun waktu dua tahun mendua kalikan resiko perceraian dengan pasangannya, bagi wanita resiko itu adalah tiga kali lipat.

Ketika wanita berhenti melihat gambar cabul, resiko perceraian kembali menjadi 6%, hal yang sulit diamati dari data yang ada untuk pria karena antara 55 – 70% yang mulai melihat material cabul, sedikit yang kemudian berhenti.

Selain dari sudut jenis kelamin, usia dan keterlibatan dalam peribadahan turut menunjukkan perbedaan.

Semakin muda orangnya ketika mulai melihat gambar cabul, semakin besar resikonya mengalami perceraian dengan pasangannya.

Kaitan antara penggunaan gambar cabul dan perceraian tidak begitu nampak di kalangan yang rutin mengikuti ibadah, setidaknya sekali seminggu.

Kurun waktu penelitian adalah dari 2006-2014 dengan data dari General Social Survey, sebuah poll reguler yang menanyakan ribuan penduduk AS tentang pendapat mereka dari isu nasional sampai moralitas.

KEBIASAAN YANG DAPAT MEMBANTU DALAM KELEPASAN DARI DOSA SEKSUAL

Pembicara dan psikolog Dr. Doug Weiss, Ph.D., dalam artikelnya berjudul “Jika Anda benar-benar ingin lepas dari dosa seksual, kebiasaan berani ini dapat membantu” (Charisma News, 11/10/2017) menceritakan pengalamannya bergumul dengan dosa seksual dan memberikan tips bagaimana menghadapi tidak hanya ikatan dosa seksual.

Ia mendapati bahwa menerapkan prinsip Alkitab adalah penting dalam proses kelepasan dan pemulihan.

Salah satunya adalah Yakobus 5:16 “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh…”

“Jika Anda sungguh-sungguh ingin terlepas dan terus bebas dari perilaku kecanduan Anda, …Anda harus mengaku pada seorang lain [yang Anda percaya dan yang tidak akan menghakimi Anda, melainkan menopang Anda dalam proses pemulihan],” tulisnya.

Selain kita mengaku dosa kita kepada Tuhan, dan meyakini anugerah pengampunan-Nya dalam hidup kita, Dr. Weiss menunjukkan bahwa untuk lepas, kita harus jujur dan berterus terang pada rekan terpercaya kita yang membantu kita dalam pemulihan, jika pria sebaiknya dengan pria, demikian untuk wanita.