Vatikan soroti bahaya sisi gelap internet, sebut kegagalan masa lalu sebagai motivasi kuat gerakan perlindungan anak

Vatikan soroti bahaya sisi gelap internet, sebut kegagalan masa lalu sebagai motivasi kuat gerakan perlindungan anak

VATIKAN (Yubelium.com) — Dalam sebuah konferensi internasional untuk perlindungan anak di dunia maya October 2017, Paus Fransiskus secara keras mengecam tindak pelecehan terhadap anak, dan menyerukan supaya perusahaan-perusahaan internet menggunakan hasil keuntungan untuk melindungi anak-anak.

Pemimpin umat Gereja Katolik tersebut mengakui kegagalan gereja dalam melindungi anak-anak, menekankan bahwa “fakta-fakta yang sangat menyedihkan telah muncul ke permukaan, yang untuknya kami harus mengambil tanggung jawab.” Ia menerangkan bahwa karena pengalaman pahit ini Gereja harus berupaya keras untuk melindungi anak-anak sekarang ini.

“Sebagai akibat dari pengalaman pahit ini dan ketrampilan yang diperoleh dalam proses pertobatan dan penyucian, Gereja saat ini secara khusus merasa harus berupaya keras dengan melihat ke masa depan bagi perlindungan anak-anak dan martabat mereka, tidak hanya dalam gereja itu sendiri, tapi dalam masyarakat secara utuh dan di seluruh dunia,” demikian dikutip La Stampa (6/10).

Dalam konferensi bertema “Martabat Anak dalam Dunia Maya” itu Paus memuji pencapaian luar biasa dalam ilmu dan teknologi, namun juga menunjukkan bahwa pencapaian di dunia maya turut membawa masalah-masalah yang baru dan yang tidak terpikirkan sebelumnya, termasuk akibat-akibat negatif. Ia menyebutnya “sisi gelap” dalam pencapaian ini.

Berbicara di depan para perwakilan negara-negara di dunia, pimpinan perusahaan-perusahaan antara lain Facebook dan Microsoft, penggerak hak anak, dan berbagai unsur masyarakat lainnya ia mendesak masyarakat dan para pengambil kebijakan untuk aktif membela kepentingan anak-anak.

“Adalah sangat tidak mengikuti nalar jika kita menganggap  bahwa suatu masyarakat yang penduduk dewasanya secara luas menggunakan pornografi akan bisa secara efektif melindungi anak-anak,” ungkapnya.