Ribuan pengungsi Muslim temukan tempat perlindungan di Sekolah Alkitab

Ribuan pengungsi Muslim temukan tempat perlindungan di Sekolah Alkitab

REPUBLIK AFRIKA TENGAH (Yubelium.com) — Sekitar 2000 pengungsi berlatar belakang Muslim mencari perlindungan di sebuah seminary Katolik di bagian tenggara Bangassou, setelah Mei lalu konflik kembali pecah antara kelompok-kelompok militia yang mengusung nama agama.

“Bagi kami tidak ada yang namanya orang Muslim atau orang Kristen, setiap orang adalah manusia. Kita perlu melindungi mereka yang terancam,” ungkap Uskup Bangassou, Juan Jose Aguirre Munoz, dikutip EWTN (1/9/2017).

Para pengungsi dalam keadaan memprihatinkan karena mereka tidak dapat leluasa keluar dari kompleks gereja untuk mencari makan atau ke rumah sakit untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Kedua kelompok militia, Antibalaka (yang diasosiasikan dengan Kristen) dan Seleka (diasosiasikan dengan Islam) telah melakukan penyerangan di lokasi gereja, namun Uskup Munoz, kelahiran Spanyol, bertekad untuk melindungi masyarakat lemah dari semua pihak.

Pemerintah dan belasan kelompok bersenjata pada Juni telah membuat persetujuan untuk mengakhiri konflik sebagai ganti masing-masing diberi perwakilan politis, dan anggota militia dimasukkan ke dalam militer.