Jenazah 21 martir Mesir di Libya ditemukan, keluarga minta segera kembalikan mereka kepada Gereja dan tanah air mereka

Jenazah 21 martir Mesir di Libya ditemukan, keluarga minta segera kembalikan mereka kepada Gereja dan tanah air mereka

LIBYA (Yubelium.com) — Pada Jumat, 6 Oktober 2017, otoritas di Sirte mengungkapkan bahwa ke-21 anggota jemaat Kristen Koptik Mesir yang menjadi martir pada 2015 lalu oleh kekejaman ISIS (disebut Daesh di wilayah Timur Tengah) telah ditemukan. Tes DNA akan dilakukan untuk mengenali jenazah mereka, demikian dilansir Fides (7/10).

Penemuan lokasi tempat penguburan mereka telah dikaitkan dengan penangkapan seorang pria yang didakwa terlibat dalam pembunuhan itu.

Kabar penemuan itu menimbulkan kegembiraan di antara masyarakat Mesir, terlebih khusus warga Koptik di Minya, tempat asal kebanyakan para korban. Pihak keluarga para korban berdoa supaya martir mereka dapat segera “kembali ke Mesir dan ke Gereja mereka.”

Pembantaian ke-21 Kristen Koptik menggemparkan dunia karena disiarkan lewat video propaganda Daesh yang menyebar kebencian agama.

Karena keberanian mereka mempertahankan iman dalam Kristus, sekalipun diancam dengan kekejaman, maka pemimpin Gereja Ortodoks Koptik Mesir, Paus Tawardos II, 21 hari setelah peristiwa itu mendaftarkan mereka dalam Synaxarium, daftar para martir Gereja Koptik, dan 15 Februari ditetapkan sebagai hari peringatan bagi mereka.

Milik semua orang Kristen

Menanggapi peristiwa itu, pemimpin Gereja Roma Katolik, denominasi Kristen terbesar, Paus Fransiskus mengatakan bahwa darah martir warga Mesir itu “adalah milik semua orang Kristen.”

“Tidak peduli apakah mereka Katolik, Ortodoks, Koptik, atau Protestan, mereka adalah orang-orang Kristen! Darah mereka adalah satu dan sama. Darah mereka mengaku Kristus,” ungkapnya seperti dikutip CNA.

Bukan perang agama

Selain warga Mesir, warga Etiopia juga menjadi sasaran kekerasan Daesh.

Pada April 2015, puluhan warga Etiopia, salah satunya adalah Muslim, dibunuh secara kejam dan disiarkan lewat video propaganda.

Duka nasional di Etiopia selama tiga hari turut diisi dengan doa bersama dipimpin oleh Abuna Matias, Partriark Gereja Ortodoks Tawahedo Etiopia dan Sheik Mohammed-Amin Jemal Umer, Ketua Majelis Islam Etiopia.

Yang menyebut diri “Negara Islam” adalah organisasi anti-agama yang beroperasi dengan menggunakan nama agama, ungkap Seikh Umer.

 

Etiopia meratapi para martirnya di Libya, salah satu korban adalah Muslim

Kematian 21 pria Koptik di Libya dorong solidaritas dan persatuan umat Kristen global

AFRICA/LIBYA – Libyan authorities confirm: the bodies of the 21 Coptic martyrs have been found