Isi Nashville Statement dalam Bahasa Indonesia (menegaskan rancangan indah Allah dalam penciptaan dan seksualitas manusia)

Isi Nashville Statement dalam Bahasa Indonesia (menegaskan rancangan indah Allah dalam penciptaan dan seksualitas manusia)

September 2017

“Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; 
Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya
dan kawanan domba gembalaan-Nya” (Mazmur 100:3).

Pembukaan

Pada permulaan abad ke-21 umat Kristen injili mendapati diri sedang berada pada masa transisi yang bersejarah. Seiring dengan kebudayaan Barat semakin terlihat meninggalkan Kekristenan, nampak bahwa di dalamnya terjadi revisi besar-besaran tentang apa artinya menjadi manusia. Semangat zaman ini secara luas tidak lagi melihat atau merayakan keindahan rancangan Allah bagi kehidupan manusia. Banyak yang menyangkal bahwa Allah menciptakan manusia bagi kemuliaan-Nya, dan bahwa termasuk dalam rancangan-Nya yang baik bagi kita adalah kepribadian kita dan tubuh kita sebagai laki-laki dan perempuan. Banyak yang berpikir bahwa identitas manusia sebagai laki-laki dan perempuan bukan bagian dari rencana indah Allah, melainkan menganggapnya sebagai ungkapan pilihan bebas seseorang. Dengan cara demikian, sukacita penuh dan berkepanjangan lewat rancangan Allah yang baik bagi makhluk ciptaan-Nya digantikan dengan jalan alternatif yang tak melihat jauh, yang cepat atau lambat, menghancurkan kehidupan manusia dan tidak memuliakan Tuhan.  

Pandangan sekuler zaman kita ini menghadirkan tantangan besar terhadap gereja Kristen. Apakah gereja Tuhan Yesus Kristus akan kehilangan keyakinan, kejelasan, keberanian alkitabiahnya dan menyesuaikan diri dengan semangat zaman ini? Atau apakah ia akan berpegang teguh pada firman kehidupan, meminta keberanian dari Yesus, dan tanpa rasa malu memproklamasikan jalan-Nya sebagai jalan kehidupan? Apakah gereja akan menjaga kesaksiannya yang jelas dan yang menentang arus budaya pada dunia yang nampak mengarah pada kehancuran?

Kami meyakini bahwa untuk setia di tengah generasi kita ini berarti mendeklarasikan sekali lagi cerita benar tentang dunia dan tempat kita di dalamnya – terlebih khusus sebagai laki-laki dan perempuan. Kitab Suci Kristen mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah, Pecipta dan Tuhan semesta. Hanya kepada Dia setiap orang harus memberikan ucapan syukur dengan penuh sukacita, pujian sepenuh hati, dan kesetiaan yang penuh. Ini adalah jalan yang tidak hanya memuliakan Tuhan, namun juga jalan pengenalan akan siapa diri kita sendiri. Melupakan Pencipta kita adalah melupakan siapa diri kita, karena Ia menciptakan kita bagi diri-Nya sendiri. Dan kita tidak bisa sungguh-sungguh mengenal diri kita sendiri tanpa mengenal Dia yang menciptakan kita. Kita tidak menciptakan diri kita sendiri. Kita bukan milik kita sendiri. Identitas kita yang sebenarnya, sebagai laki-laki dan perempuan, diberikan oleh Allah. Demikian bukan hanya kebodohan, namun juga keputus asaan, untuk mencoba membuat diri kita menjadi apa yang Allah tidak jadikan untuk diri kita.

Kami mengimani bahwa rancangan Allah bagi ciptaan-Nya dan cara penyelamatan-Nya adalah untuk membawa kemuliaan tertinggi bagi-Nya dan membawa bagi kita yang terbaik. Rencana baik Allah memberi kita kebebasan tertinggi. Yesus berkata Ia datang supaya kita memiliki hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Ia ada di pihak kita dan bukan lawan kita. Karena itu, dalam pengharapan untuk melayani gereja Kristus dan secara terbuka memberi kesaksian pada maksud-maksud baik Allah bagi seksualitas manusia seperti yang diwahyukan dalam Kitab Suci Kristen, kami memberikan penegasan dan penolakan berikut ini:

1

Kami menegaskan bahwa Allah telah merancang pernikahan sebagai ikrar yang melibatkan hubungan suami dan isteri, untuk membawa keturunan, dan berlaku seumur hidup antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, keduanya sebagai suami dan isteri, dan hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan ikrar kasih antara Kristus dan mempelai-Nya, Gereja.

Kami menolak pendapat bahwa Allah merancang pernikahan sebagai antara sesama jenis, dengan lebih dari satu perempuan, atau antara sejumlah orang. Kami juga menolak pendapat bahwa pernikahan semata-mata kontrak manusia, bukannya ikrar yang diucapkan di hadapan Allah.

2

Kami menegaskan bahwa kehendak Allah yang diwahyukan bagi semua manusia adalah untuk menolak hubungan seksual sebelum menikah dan untuk setia pada pasangan dalam pernikahan.

Kami menolak pendapat bahwa perasaan suka, hasrat, atau komitmen dapat membenarkan hubungan badan sebelum atau di luar ikatan pernikahan; tidak pula semua itu membenarkan bentuk percabulan apapun.

3 

Kami menegaskan bahwa Allah menciptakan Adam dan Hawa, manusia pertama, menurut gambar-Nya sendiri, keduanya sama derajatnya sebagai manusia di hadapan Allah, dan berbeda sebagai laki-laki dan perempuan.

Kami menolak anggapan bahwa perbedaan yang ditetapkan Allah antara laki-laki dan perempuan menunjukkan perbedaan harkat dan martabat antara keduanya.

4

Kami menegaskan bahwa perbedaan yang ditetapkan secara ilahi antara laki-laki dan perempuan mencerminkan rancangan asli Allah dan dimaksudkan untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia.

Kami menolak anggapan bahwa perbedaan yang ada demikian merupakan akibat dari kejatuhan manusia ke dalam dosa atau suatu tragedi yang harus diatasi.

5

Kami menegaskan bahwa perbedaan antara struktur reproduksi laki-laki dan perempuan adalah bagian dari rancangan Allah bagi pemahaman diri sebagai laki-laki atau perempuan.

Kami menolak bahwa kelainan secara fisik atau kondisi psikologi membatalkan kaitan yang ditetapkan Allah antara jenis kelamin dan pemahaman diri sebagai laki-laki atau perempuan.

6

Kami menegaskan bahwa orang-orang yang lahir dengan kelainan fisik terkait pertumbuhan alat reproduksi adalah manusia yang diciptakan menurut gambar Allah dan memiliki harkat dan martabat yang sama dengan semua pemangku gambar Allah. Mereka disebut oleh Tuhan Yesus dalam perkataan-Nya tentang “sida-sida yang terlahir demikian dari rahim ibu mereka.” Sama seperti semua orang lainnya, mereka disambut sebagai pengikut Yesus Kristus yang setia dan supaya mereka menerima jenis kelamin mereka sejauh itu dapat diketahui.

Kami menolak pendapat bahwa ketidak pastian terkait dengan jenis kelamin seseorang menjadikan orang itu tak bisa hidup dalam kehidupan yang berbuah dan penuh sukacita dalam ketaatan pada Kristus.

7

Kami menegaskan bahwa pemahaman diri sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan ditetapkan oleh rancangan kudus Allah dalam ciptaan dan penebusan seperti diwahyukan dalam Kitab Suci.

Kami menolak pendapat bahwa menganut pemahaman diri sebagai homoseks atau transjender adalah sesuai dengan rancangan kudus Allah dalam penciptaan dan penebusan.

8

Kami menegaskan bahwa orang-orang yang mengalami ketertarikan sesama jenis dapat hidup dalam kehidupan yang penuh dan berbuah dan yang memuliakan Allah lewat iman dalam Yesus Kristen, ketika mereka, sama seperti semua orang Kristen lainnya, berjalan dalam kemurnian hidup.

Kami menolak anggapan bahwa ketertarikan sesama jenis adalah bagian dari penciptaan Allah yang baik pada semula, atau bahwa kondisi ini menempatkan seseorang di luar pengharapan dalam Injil.

9

Kami menegaskan bahwa dosa menyelewengkan hasrat seksual dengan mengarahkannya keluar dari ikrar pernikahan dan menuju pada percabulan – penyelewengan yang di dalamnya termasuk percabulan dalam bingkai lawan jenis atau sesama jenis.

Kami menolak bahwa hasrat yang muncul terus menerus yang mengarah pada percabulan membenarkan perilaku percabulan.

10

Kami menegaskan bahwa adalah dosa apabila menerima percabulan sesama jenis atau tranjender dan bahwa memberikan persetujuan pada perilaku demikian merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap kesetiaan dan kesaksian Kristen.

Kami menolak anggapan bahwa penerimaan terhadap percabulan sesama jenis atau transjender adalah merupakan persoalan moral yang tidak penting yang mengenainya umat Kristen yang setia dapat setuju untuk tidak saling setuju.

11

Kami menegaskan tugas kami untuk menyampaikan kebenaran dalam kasih di setiap waktu, termasuk ketika kami berbicara tentang atau kepada satu dengan yang lain sebagai laki-laki atau perempuan.

Kami menolak pemaksaan bagaimanapun untuk berbicara dengan cara yang menodai rancangan Allah bagi pemangku gambar-Nya sebagai laki-laki dan perempuan.

12

Kami menegaskan bahwa anugerah Allah dalam Kristus memberikan pengampunan yang berbelas kasih dan kuasa yang mengubahkan, dan pengampunan dan kuasa ini memampukan seorang pengikut Yesus untuk mematikan hasrat dosa dan hidup sesuai panggilan Tuhan.

Kami menolak anggapan bahwa anugerah Allah dalam Kristus tidak cukup untuk memberi pengampunan atas semua dosa seksual dan kami menolak anggapan bahwa anugerah itu tidak memberi kuasa kepada setiap orang percaya yang merasa ditarik ke dalam dosa seksual untuk hidup dalam kekudusan.

13

Kami menegaskan bahwa anugerah Allah dalam Kristus memampukan orang berdosa untuk meninggalkan pemahaman diri sebagai transjender dan dengan kesabaran ilahi menerima kaitan yang ditetapkan Allah antara jenis kelamin seseorang dengan pemahaman diri sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan.

Kami menolak anggapan bahwa anugerah Allah dalam Kristus membenarkan pemahaman diri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah yang diwahyukan.

14

Kami menegaskan bahwa Kristus Yesus telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa dan bahwa lewat kematian dan kebangkitan Kristus pengampunan dosa dan kehidupan kekal diberikan kepada setiap orang yang bertobat dari dosa dan percaya kepada Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat, Tuhan, dan harta terbesar.

Kami menolak anggapan bahwa tangan Tuhan kurang panjang untuk menyelamatkan atau bahwa ada orang berdosa yang tidak dapat dijangkau-Nya.

 

Diterjemahkan oleh Yubelium.com. Teks asli pernyataan ini dapat dilihat di sini.