Vatikan klarifikasi surat balasan Paus Fransiskus untuk pelaku hubungan sesama jenis: “Bukan pembenaran”

Vatikan klarifikasi surat balasan Paus Fransiskus untuk pelaku hubungan sesama jenis: “Bukan pembenaran”

VATIKAN (Yubelium.com) — Pihak Vatikan telah mengeluarkan pernyataan menerangkan bahwa Paus Fransiskus tidak memberikan pembenaran terhadap hubungan sesama jenis lewat surat balasan yang dikirim kepada seorang pelaku hubungan jenis.

Sejumlah media pendukung transeksualisme memuat laporan kontroversial seperti “Paus Fransiskus mengucapkan selamat kepada pasangan sesama jenis yang membawa anak-anak [yang diadopsi] menerima baptisan,” demikian dilansir GospelHerald.com (10/8).

Menerut keterangan pihak Vatikan yang dimuat di CNA (8/8), Paus Fransiskus kemungkinan bahkan tidak tahu bahwa surat balasan yang ditulis dalam Bahasa Portugis itu dikirim kepada pelaku hubungan sejenis, karena dialamatkan pada satu orang.

Seorang aktivis pendukung hubungan sejenis bersama pasangannya telah memuat di halaman media sosialnya pada April lalu, bahwa mereka telah mengirimkan sebuah surat kepada Paus Fransiskus, menyampaikan bahwa mereka telah membaptiskan anak-anak yang mereka adopsi di sebuah gereja di Brazil.

Mereka kemudian mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah menerima surat ucapan selamat yang ditanda tangani Sekretaris Negara Vatikan, Mgr. Paolo Borgi, disertai gambar Paus Fransiskus.

Menurut keterangan mereka kepada media, surat itu mengatakan “Paus Fransiskus mengucapkan selamat, meminta berkat ilahi bagi keluarga Anda supaya setia dan hidup dengan baik sebagai anak-anak Allah dan Gereja.”

Dari situ muncul pemberitaan kontroversial bahwa Uskup Roma, Fransiskus telah memberikan ucapan selamat, dalam arti mendukung praktek hubungan sejenis yang bertentangan dengan ajaran Kristen.

“[S]urat itu merupakan model standar surat balasan yang dikirim Vatikan kepada semua orang yang menulis kepada Paus Fransiskus, dan karena itu bukan merupakan surat yang ditulis dengan pikiran untuk mereka,” jelas sumber Vatikan kepada CNA.

Ia melanjutkan bahwa penggunaan istilah keluarga dalam Bahasa Portugis turut berarti “orang-orang yang dekat dengan Anda.” Surat itu ditulis dengan ungkapan “Yth. Bapak […]”

Hal yang khusus dalam surat balasan yang dikirim Vatikan adalah ucapan terima kasih untuk penulis surat yang mengungkapkan “rasa hormat dan penghargaan untuk Gembala Gereja Universal,” yang dimaksud adalah Uskup Roma sendiri.

Pasangan sesama jenis tersebut tidak mempublikasikan surat yang mereka kirim, sehingga tidak diketahui jika mereka menyebutkan situasi mereka secara terang-terangan dalam surat itu.

Pada 2015 Vatikan juga mengeluarkan klarifikasi tentang insiden serupa melibatkan dua orang perempuan, dan menerangkan bahwa surat itu bukan sebagai bentuk dukungan/pembenaran.

Dalam sejumlah pertemuan, Paus Fransiskus telah menegaskan ajaran Gereja Katolik secara khusus, dan Kekristenan secara umum, tentang pernikahan Kristen, dan menyuarakan keprihatinan atas serangan terhadap pernikahan dan keluarga.

“[K]eluarga – seperti yang dikehendaki Allah, terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk kebaikan keduanya dan bagi generasi dan bagi pendidikan anak-anak – sedang dirusak oleh upaya-upaya yang berlawanan dengan itu yang didukung oleh kolonisasi ideologi,” ungkapnya di Roma pada September 2015.

Dalam kunjungannya di Filipina, ia menyuarakan bahwa “keluarga turut diancam oleh upaya yang sedang tumbuh di pihak tertentu untuk mengubah institusi pernikahan.”