RIP: Robinson, penulis Khotbah Alkitabiah, berpulang ke rumah yang kekal

RIP: Robinson, penulis Khotbah Alkitabiah, berpulang ke rumah yang kekal

AMERIKA SERIKAT (Yubelium.com) — Prof. Haddon Robinson, penulis buku, rektor seminari, dan pengajar ilmu berkhotbah (Homiletika) menghembuskan nafas terakhir Sabtu, 22 Juli 2017 dalam usia 86 tahun, demikian ChristianityToday.com (24/7).

Dalam buku-bukunya, materi pelajaran, dan acara radio, prof. Robinson mengajar bahwa khotbah harus dituntun oleh tulisan Alkitab dan fokus pada satu ide atau tema.

“Saya bersyukur karena apa yang ia tinggalkan akan terus hidup, tidak hanya lewat para mahasiswanya, tetapi juga yang diuntungkan oleh sebab ia mendidik begitu banyak orang tentang bagaimana berkhotbah,” tulis Daryl Dash, alumni Gordon-Conwell Theological Seminary, tempat prof. Robinson mengajar.

Prof. Robinson juga mengajar di Dallas Theological Seminary, dan pernah menjabat sebagai rektor di Denver Seminary.

Semasa hidup ia pernah mengungkapkan keprihatian atas kurangnya “[p]ara pengkhotbah yang betul-betul memulai dari teks dan membiarkan teks menuntun khotbah.”

Menurutnya, “[s]ekarang ini, yang bahaya adalah ada pengkhotbah yang membawa apa yang mereka baca dalam buku psikologi terkini ke dalam teks. Mereka tidak didorong oleh teologi agung, melainkan oleh ilmu sosial.”

Salah satu ungkapan terkenal prof. Robinson adalah, “Tidak ada pengkhotbah besar, yang ada hanya Tuhan yang besar.”

Dalam sebuah wawancara, prof. Robinson menjelaskan menyebutkan sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas khotbah.

Khotbah yang baik adalah khotbah yang menjembatani teks dan situasi sekarang ini, membuat para pendengar merasa bahwa khotbah itu berbicara pada situasi dan keberadaan mereka, jelasnya.

Khotbah yang baik, ia katakan, adalah juga khotbah yang dikhotbahkan dengan baik.

Dalam sebuah artikel yang dimuat di Christianity Today, prof. Robbinson menulis: “Bagi orang percaya dalam Yesus Kristus, bagi orang benar, kita tidak pergi pada kematian dan dalam kegelapan, melainkan kita pulang kepada Allah[, Bapa di sorga].”