KWI klarifikasi pemberitaan Tribunnews.com: “tidak ada dukung-mendukung” terhadap sekolah 8 jam, tidak diwajibkan

KWI klarifikasi pemberitaan Tribunnews.com: “tidak ada dukung-mendukung” terhadap sekolah 8 jam, tidak diwajibkan

INDONESIA (Yubelium.com) — Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan lima butir klarifikasi terhadap pemberitaan media online Tribunnews.com berjudul “Ketua KWI: Kenapa Sekolah Lima Hari Harus Dipermasalahkan?” menyusul pertemuan para uskup dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi pada Jumat, 25 Agustus 2017.

Poin keempat dalam klarifikasi itu mengatakan “KWI tidak menanggapi dengan menyatakan mendukung LHS itu, sebagaimana ditulis dalam berita [T]ribunnews.com. Kepada media yang setelah pertemuan menanyakan kepada Mgr. Suharyo terkait kebijakan itu, ia menyampaikan jawaba[n] berikut: Pertama, sudah dijelaskan oleh menteri bahwa sekolah lima hari itu tidak akan diwajibkan. Kedua, nyatanya sudah banyak sekolah yang menjalankan itu. Ketiga, jangan disamaratakan Jakarta dengan daerah lain yang keadaannya sangat berbeda. Dalam konteks demikian, logikanya adalah tidak ada dukung-mendukung terhadap LHS dalam pertemuan itu. Rasanya masih banyak hal yang harus dijernihkan mengenai rencana ini.

Pada poin kelima, KWI menyatakan “pada prinsipnya, KWI mendukung kebijakan pemerintah, yang substansinya adalah mendorong terwujudnya tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan visi pendidikan dan pendidikan karakter yang menjadi bahan utama pertemuan itu.”

 

 

(Mirifica)