Malaysian Bar: Kasus penculikan Pastor Raymond Koh mengikis kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum

 

MALAYSIA (Yubelium.com) — Sudah lebih dari sebulan sejak penculikan terjadi. Namun, keberadaan dan nasib Pastor Raymond Koh, 62, masih menjadi tanda tanya besar, mengangkat keraguan atas kinerja pihak berwenang di Malaysia.

Jonathan, anak Pastor Koh sudah dua kali melayangkan laporan berkenaan dengan penculikan yang terjadi terhadap ayahnya sebagai ungkapan kekhawatirannya terhadap kondisi maupun perlakuan-perlakuan ekstrim yang bisa saja menimpa ayahnya.

Steven Thiru, presiden organisasi advokat Malaysian Bar, melalui siaran pers tertanggal 14 Maret 2017 menyatakan prihatin atas apa yang menimpa Pastor Koh, dan memberi dukungan dan solidaritas kepada keluarga dalam masa yang sulit ini.

Thiru juga mendesak polisi untuk bertindak maksimal dalam mengungkap kasus tersebut. “Kejadian yang menimpa Pastor Koh telah nyata-nyata mengikis kepercayaan publik dalam sistem peradilan pidana Malaysia,” ungkapnya dalam siaran pers itu.

Ia menghibau kepada semua pihak untuk dapat bekerja sama sepenuhnya dengan petugas kepolisian demi kepentingan umum, dan supaya penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, tidak memihak, dan dengan rasa urgensi untuk menemukan Pastor Raymond Koh dan membawa para pelaku kejahatan itu ke pengadilan.

Seperti dilaporkan StraitsTimes.com (21/3/2017), mobil Pastor Koh dihentikan paksa di Kelana Jaya, Selangor pada 13 Februari lalu. Lima orang bertopeng lalu membawanya. Selain ada saksi mata, aksi yang nampak profesional itu juga terekam oleh kamera CCTV keamanan.

Kepolisian Malaysia menyalahkan publikasi atas kasus itu yang membuat belum adanya kemajuan berarti dalam menemukan korban.

“Orang-orang yang menculik Pastor Koh terlihat begitu teliti [dalam melakukan aksi mereka] dan ketika orang-orang terus berkoceh sampai seluruh dunia tahu, kami tidak tahu apa yang telah terjadi [terhadap korban]. Tidak ada petunjuk saat ini. Saya ada bersama-sama keluarga [korban]. Kami juga kuatir,” ungkap Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar dikutip Straits.

Pihak keluarga Pastor Koh bahkan telah berinisiatif untuk memberikan hadiah sejumlah uang yang cukup besar kepada siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Pastor Koh.

Ada spekulasi bahwa apa yang menimpa Pastor Koh terkait keterlibatannya dalam berbagai macam aksi sosial yang bertajuk nilai-nilai pelayanan Kristiani. Pada 2011 silam, sempat terjadi kontroversi antara Pastor Koh sebagai pimpinan LSM Komunitas Harapan dengan sebuah organisasi keagamaan yang menuduhnya mengkristenkan.

Susanna, isteri Pastor Koh meminta masyarakat internasional untuk terus mendoakan suaminya.

“Saya berharap akan ada lebih banyak lagi pesan jelas yang menyatakan bahwa Malaysia tidak mentolerir tindakan kriminal terhadap siapa pun, apapun latar belakang suku, agama, kepercayaan atau keadaannya,” ungkapnya dikutip TheGospelHerald.com (17/3/2017).

“Untuk rekan-rekan Malaysia saya, terima kasih atas doa dan dukungannya. Saya berharap Anda semua dapat terus mendoakan pemulihan serta keselamatan suami saya Raymond, dan bagi kita untuk tidak kehilangan harapan, serta bagi bangsa kita untuk tidak pernah melupakan keharmonisan berharga untuk kita dapat saling menghormati satu sama lain,” tutupnya.