Pekabar Injil Rev. John Hartman telah berpulang, tinggalkan sejarah menjangkau banyak jiwa untuk Tuhan

INDONESIA (Yubelium.com) — Masyarakat Kristen Indonesia melepas sosok pekabar Injil dari Amerika Serikat, Rev. John Hartman yang datang ke Nusantara bersama isterinya ibu Mary dengan visi menjangkau jiwa bagi Tuhan Yesus.

Pelayanan mereka yang kemudian lebih dikenal dengan nama GO Studio memiliki karakteristik tersendiri, yakni pemberitaan Injil dengan penekanan pada mujizat kesembuhan.

Sekalipun tidak lepas dari kritik, dalam puncak pelayanannya Pdt. John menerima sambutan luar biasa dalam penyelenggaraan ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan acara televisi Kristen.

Orang berbondong-bondong datang menghadiri ibadah KKR yang dipimpin Pdt. John, dan layanan telepon mereka sementara penayangan di televisi berlangsung dibanjiri permintaan doa.

Lina Tanamal, yang pernah bekerja di GO Studio Manado mengatakan kepada Jawaban.com bahwa Pdt. John adalah seorang penginjil dengan fokus pada orang-orang yang tinggal di desa. Ia mengenang bahwa Pdt. John adalah seorang yang sangat disiplin. “Dalam bahasa gue, diajarin mental. Siap gak siap, harus tetap memberitakan Injil,” ungkapnya.

Menurut Lina, sekalipun banyak orang menilai Pdt. John sebagai seorang yang tempramental, “hatinya baik banget, bapak banget.”

Pdt. John dan isteri datang ke Indonesia setelah mereka meyakini bahwa Tuhan memanggil mereka untuk datang melayani di pulau-pulau.

Pdt. John menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (16/3/2017) di tempat kediamannya GO Studio, Delta Silicon Angsana 3 Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia dikabarkan telah lama sakit.

Ibadah penghiburan dijadwalkan selama tiga hari (22-24 Maret) dipimpin oleh Ps. Mark McClendon (CBN, Indonesia), Pdt. Esrom Lempao (GBI House of Faith, Los Angeles), dan Pdt. Gilbert Lumoindong (GBI GLOWFC), demikian informasi yang dibagikan oleh akun Pdt. Gilbert di media sosial.

Akun media sosial Maria Ballangan menanggapi kabar itu menulis, “Turut berdukacita. Upahmu besar di sorga. Terima kasih atas semuanya. Keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menerimanya” (edit typo).

Rest in peace pak John Hartman…Your house in heaven is finished….Thanks for everything…pak Jhon. Kau memberikan teladan yang baik, motivasi yang selalu menginspirasi, melayani dengan hati, tidak mengeluh walau sakit, berkorban apa saja untuk pelayanan, tidak kenal lelah, memberi hidup sepenuhnya untuk Tuhan,” (edit typo) demikian ditulis Vill Rachel, yang pernah terlibat dalam pelayanan radio dan televisi di Go Studio Tondano, Sulawesi Utara, di dinding media sosialnya.

Pertobatan Pdt. John, seperti dikisahkan di situs GoStudioNasional.org merupakan hasil sebuah mujizat. Tuhan menyembuhkannya dari penyakit kanker paru-paru dan mengubahkan hatinya. Hidupnya berubah. Ia menaruh imannya dalam Kristus sebagai Juruselamat, dan memberikan sepenuh hidupnya untuk menjadi pelayan Tuhan.