Pemimpin Gereja Inggris puji petugas keamanan Muslim yang lolos dari serangan London, dan tetap tinggal di lokasi membantu para korban

Jembatan Westminster, London, dengan latar belakang Gedung Parlemen Inggris. (Foto: Adrian Pingston/public domain)

INGGRIS (Yubelium.com) — Pemimpin lintas agama di Inggris mengecam tindakan tidak berprikemanusiaan seorang pria residivis di dekat Gedung Parlemen Inggris yang membunuh lima orang dan melukai puluhan lainnya. Secara khusus, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby menyoroti peran seorang petugas keamanan Muslim dalam melakukan tugasnya.

Majelis Islam Inggris (MIG) pada hari kejadian mengeluarkan pernyataan mengutuk tindakan itu dan memanjatkan doa bagi para korban. Dalam pernyataan susulan mereka menyampaikan penghargaan untuk pihak keamanan dan pemerintah, demikian dilansir The Guardian (23/3/2017).

Sekretaris Umum MIG, Harun Khan mengatakan, “Ini serangan yang pengecut dan tidak berakhlak. Tidak ada pembenaran atas tindakan ini bagaimanapun. Cara terbaik menanggapi kebiadaban ini adalah memastikan kita bersatu dalam kesetia kawanan dan tidak membiarkan teroris memecah belah kita.

“Saya berharap saudara-saudari Muslim saya untuk menjangkau warga London dan masyarakat Inggris dalam kesetia kawanan dan menunjukkan bahwa kebencian demikian tidak akan mengalahkan cara hidup kita.”

Pemimpin di beberapa masjid Inggris turut mengungkapkan kesedihan mereka atas peristiwa itu, dan menolak cara apapun untuk memecah belah masyarakat.

Mayor London, Sadiq Khan, seorang Muslim mengatakan, “Alasan para teroris menyerang London adalah karena mereka membenci kenyataan bahwa kita tidak hanya saling toleransi – apakah Kristen, Muslim, Yahudi, Hindu, Sikh, Buddha, anggota organisasi keagamaan atau tidak – kita menghormati, menerima, dan menghargai satu dengan yang lain, dan itu akan terus berlanjut.”

Pada hari kejadian, sejumlah pemimpin lintas agama bertemu dengan pihak keamanan mendiskusikan bagaimana menanggapi serangan itu.

Jonathan Arkush, presiden organisasi Yahudi Inggris, mengecam tindakan teror tersebut, dan antara lain mengatakan, “Pesan kami adalah jelas: masyarakat kita harus tetap bersatu dan tidak diadu domba satu dengan yang lain oleh ekstrimis manapun yang ingin memecah belah kita.”

Pesan senada diungkapkan Uskup Angaelos, pemimpin Gereja Koptik Inggris. Tindakan kejahatan demikian “ditujukan untuk merusak ketetapan hati dan tujuan kita dan membawa kita pada lingkaran balas dendam. Tapi sekalipun dengan adanya upaya merusak hati kita dengan membawa pada kebencian, pada sebaliknya kita telah melihat tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri, pengorbanan, dan belas kasih.”

Uskup Agung Canterbury, Justin Welby berbicara di depan Dewan Perwakilan Inggris mengecam serangan itu, dan mengingatkan nilai-nilai yang dipegang masyarakat Inggris.

Kepala Gereja Inggris itu secara khusus menyebut seorang petugas keamanan, seorang Muslim, yang nyaris menjadi korban di jembatan Westminster ketika pelaku penyerang menabrak para pejalan kaki.

“…[I]a tetap tinggal dan membantu mereka yang terluka…Ia menolak pulang ke rumah sampai akhir jam kerjanya, dan tetap melaksanakan tugas yang diembannya,” ungkapnya dikutip AnglicanNews.org (24/3).

Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik dan Pdt Dr Olav Fykse Tveit, Sektretaris Jenderal Dewan Gereja-Gereja se Dunia (DGD) turut menyampaikan doa dan solidaritas dengan para korban.