Doakan: Nenek Kristen terancam kehilangan usahanya karena membela pernikahan Kristen

Baronelle Stutzman, nenek Kristen yang tegas mempertahankan iman sekalipun mengadapi ancaman berat. (Foto: ADF)

AMERIKA SERIKAT (Yubelium.com) — Seorang nenek Kristen yang menjalankan usaha pembuatan karangan bunga terancam kehilangan usahanya, bahkan seluruh harta-bendanya, karena menolak membuat karangan bunga untuk “perkawinan” pasangan sesama jenis. Ia tidak menyerah, dan mengungkapkan bahwa setiap hari imannya semakin kuat.

Mahkamah Agung negara bagian Washington, Kamis (16/2/2017) menetapkan keputusan pengadilan 2015 lalu, menyatakan Baronelle Stutzman, 70-an, pemilik Arlene’s Flowers di Richland, Washington, bersalah melanggar peraturan yang melarang “diskriminasi atas dasar orientasi seksual.”

Nenek yang telah dikaruniai 23 cucu itu mengatakan bahwa ia menolak merancang karangan bunga untuk pelanggannya itu karena iman Kristen yang ia pegang mengajarkan bahwa pernikahan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, demikian CNA (19/2/2017).

Ia turut memberikan rujukan ke beberapa toko pembuat karangan bunga yang siap membantu pelanggannya itu. Namun, ia dipengadilankan.

“Apa yang diputuskan oleh pengadilan adalah bahwa sekarang pemerintah memiliki kuasa untuk memisahkan iman saya dari mata pencaharian saya,” ungkapnya kepada CNA dalam sebuah wawancara.

“Mereka ingin memaksa saya untuk merancang sesuatu yang sangat bertentangan dengan hati nurani saya, dan mereka melanggar hak kebebasan berpendapat dan berekspresi saya.”

Di tengah keputusan yang tidak berpihak padanya, ia mengatakan bahwa imannya “semakin bertumbuh hari demi hari.”

Ketika kasus ini mengemuka, masyarakat lokal menunjukkan dukungan mereka bagi pemilik Arlene’s Flower dengan memesan karangan bunga. Ia tidak keberatan merancang karangan bunga bagi siapa saja, sepanjang itu bukan untuk merayakan apa yang bertentangan dengan imannya.

Namun sekarang, mata pencahariannya terancam, semua karena nenek Kristen ini menolak menggunakan talentanya dalam apa yang bertentangan dengan imannya.

Ia dapat dituntut membayar denda pengadilan dan biaya pengacara yang diperkirakan dapat mencapai USD 2 juta pada penghujung kasus ini.

Pengacaranya dari Alliance Defending Freedom berencana untuk membawa kasus ini di tingkat federal.