Luhut Panjaitan: Pengurangan tenaga kerja oleh Freeport demi untung yang lebih besar “kejam”

INDONESIA (Yubelium.com) — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan mengatakan bahwa langkah PT Freeport Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah “kejam” dan tidak tidak umum dilakukan oleh perusahaan multinasional karena terkesan mengancam pemerintah Indonesia. Tambang PTFI memberi kontribusi terbesar pada perusahaan induk Freeport yang berbasis di Amerika Serikat.

“Itu cara yang tidak umum pada perusahaan multinasional karena mem-blackmail (mengancam) mau layoff (memberhentikan karyawan). Kan nggak benar,” katanya kepada AntaraNews, Senin (20/2/2017). “Dia (Freeport) kejam (lakukan) layoff,” ujarnya.

Menurut direktur Freeport McMoran, Richard Adkerson, PHK dilakukan karena perusahaan tersebut harus menjaga bisnisnya secara finansial, demikian Antara.

PTFI telah beroperasi di Indonesia hamper 50 tahun, dan merupakan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Penghasilannya per tahun mencapai banyak triliun rupiah.

Teddy Wibisana, dalam kolom opini yang dimuat di DW, menyesalkan hasil bumi Indonesia itu lebih banyak dinikmati oleh para pemegang saham di luar negeri daripada pemerintah dan rakyat Indonesia, terutama di Papua.