Gembira dan mendalam: beberapa tips untuk pelayanan anak muda/remaja

YUBELIUM — Melayani untuk dan bersama anak muda merupakan sebuah karunia, karena kita diberi kesempatan untuk bertumbuh dan melayani bersama orang-orang yang kelak menjadi pemimpin dan pelayan gereja itu sendiri.

Sementara merupakan keistimewaan, jika tidak disikapi dengan bijaksana pelayanan anak muda dapat membuat frustrasi, dan sebagai akibat semua orang yang terlibat di dalamnya turut menjadi frustrasi.

Seperti dalam setiap bentuk pelayanan, doa dan permohonan untuk tuntunan Roh Kudus adalah langkah awal untuk maju. Beberapa tips berikut ini merupakan hasil pengalaman sekaligus sejumlah pemikiran dari sebuah seminar pelayanan pemuda.

Karena konteks pelayanan anak muda dapat berbeda-beda, pembaca diajak untuk memilah mana yang baik diterapkan dan yang tidak.

Tips 1: Anak muda senang dilibatkan.

Tergantung dari kepribadian barangkali, tetapi banyak anak muda lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama jika mereka merasa mereka memiliki bagian di dalamnya.

Para pemimpin anak muda perlu melihat karakter orang muda yang mereka layani, kemampuan dan rasa tanggung jawab mereka, dan memberikan tugas dan tanggung jawab tertentu kepada mereka. Tak hanya kemudian tumbuh rasa memiliki, mereka juga dapat menyalurkan energi untuk hal yang positif.

Tips 2: Kegiatan menyenangkan namun juga mendalam.

Kebanyakan anak muda telah siap menerima konsep-konsep iman yang lebih rumit. Ajak mereka untuk memikirkan bersama konsep-konsep itu, termasuk pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai iman yang mereka miliki.

Pemimpin anak muda dianjurkan untuk selalu jujur dengan mereka. Jika mereka mengungkapkan hal yang perlu diteliti terlebih dahulu, ungkapkan bahwa pertanyaan atau persoalan yang diangkat akan didiskusikan setelah pemimpin mencari informasi yang diperlukan. Mereka juga dapat diajak untuk mencari dan membagikan informasi terkait yang mereka peroleh.

Sekalipun dengan topik mendalam, metodenya dapat dijadikan menyenangkan, dapat pula dibuat dalam bentuk permainan yang tidak mengintimidasi, atau kreativitas lainnya.

Tips 3: Membangun rasa percaya dan menjaga hubungan yang baik dengan mereka.

Anak muda mendambakan hubungan yang baik dengan orang-orang yang mereka lihat sebagai pemimpin atau pendamping mereka. Karena itu, penting menyediakan waktu untuk menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman dengan mereka. Ini tak jarang berarti mengambil kesempatan untuk berekreasi atau berkunjung bersama mereka.

Selalu libatkan orang dewasa lainnya dalam membangun hubungan baik dengan orang-orang muda, terutama remaja. Hal ini penting supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tips 4: Gunakan atau simpan alat teknologi.

Tergantung latar belakang tempat, ada kemungkinan anak-anak muda yang dilayani membawa alat teknologi ke mana-mana. Tak jarang alat teknologi itu menggangu perhatian ketika perhatian itu dibutuhkan.

Sangat menunjang ketika hubungan baik dan rasa percaya telah terbangun, pemimpin dapat meminta mereka untuk berhenti sementara dari kegiatan menggunakan alat teknologi mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi contoh mematikan alat teknologi sendiri dan menyimpannya, atau dengan meminta mereka untuk menaruhnya di satu tempat untuk kemudian diambil nanti.

Alternatifnya adalah dengan menggunakan teknologi itu sebagai wahana menyampaikan pesan atau membahas topik yang telah disiapkan, misalnya lewat menggunakan SMS ayat Alkitab, dsb. (Jangan lupa mengingatkan anak muda untuk menggunakan teknologi sebagai alat pelayanan.)

Tips 5: Menjaga perhatian dengan pertanyaan interaktif.

Perhatian atau tingkat konsentrasi tiap orang dapat berbeda. Salah satu cara menjaga supaya perhatian dapat terus (atau kembali) terfokus adalah dengan menggunakan pertanyaan, berpindah tempat berdiri, membawa cerita baru yang berkaitan, dsb.

Tips 6: Siapkan diri untuk bersabar lebih banyak.

Untuk para pemimpin yang memberi diri dalam pelayanan anak muda, salah satu hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah anak muda dapat membantu menumbuhkan kesabaran seseorang. Hal ini berarti, pemimpin yang memilih pelayanan ini harus siap meningkatkan tingkat kesabaran ketika melayani dengan anak muda. Sebagai hasilnya, anak-anak muda akan belajar dari pemimpin mereka bagaimana sikap sabar itu, dan kelak berterima kasih kepada para pemimpin mereka.

Tips 7: Sediakan waktu untuk mendengar hal yang menyedihkan dan yang menyenangkan hati mereka selang sepekan, atau selang waktu sebelum pertemuan.

Tak jarang orang muda memendam perasaan mereka sampai banyak hal menimbun dalam hati mereka, menunggu untuk meledak. Mereka perlu dibantu untuk mengungkapkan perasaan mereka, tanpa merasa takut dihakimi atau ditertawai. Hal ini memerlukan peran pemimpin dalam menciptakan suasana aman untuk berbagi dan saling mendoakan.

Demikian tujuh tips dalam pelayanan bersama anak muda/remaja. Semoga memberkati.

Jikalah ada tips lainnya yang dapat membantu para pemimpin pelayanan anak muda/remaja, silahkan dibagikan dengan memberi komentar di media sosial kami.