Dengan 800 baptisan baru, pemimpin gereja ini kini memiliki 32.000 anak baptis

pembaptisan

(Foto: Pravoslavie)

GEORGIA (Yubelium.com) — Gereja Ortodoks Georgia telah menambah satu tradisi dalam perayaan Teofani (disebut Epifani dalam gereja-gereja Protestan), yaitu pembaptisan massal.

Pertama kali dilakukan pada 19 Januari 2008, pada tahun ini Katedral Trinitas Kudus Sameba kembali menyaksikan ratusan anak menerima baptisan kudus.

Dalam tradisi gereja sejak lama, baptisan diterima sebagai anugerah (dibandingkan dengan sunat dalam tradisi Perjanjian Lama) dan tidak bergantung pada kemampuan seorang anak dalam keluarga Kristen untuk memahami keberdosaannya untuk kemudian menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.

Keluarga mengambil tanggung jawab untuk merawat dan membesarkan anak tersebut dalam pengenalan akan Tuhan, sampai pada waktunya ia mengaku imannya sendiri, biasanya lewat kelas katekisasi dan penerimaan sidi.

“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada semua dalam perayaan kudus ini dan kiranya karunia dari hari benderang ini menaungi semua orang.

“Keluarga kami sangat gembira dan bersukacita karena anak ketiga kami telah menjadi anak baptis dari Patriark Georgia Raya sendiri, dan saya berterima kasih kepadanya,” ungkap Mariam Lomsadze, ibu dari salah satu anak yang menerima baptisan, demikian Sputnik.Georgia dilansir Pravoslavie (20/1/2017).

Patriark Ilia, kepala Gereja Ortodoks Georgia telah bertekad untuk membaptis anak ketiga dan seterusnya dalam keluarga yang menikah dalam gereja, diantaranya untuk mendorong pertumbuhan penduduk di negara berbatasan dengan Rusia itu.

Menurut kabar sekarang dengan 800 anak yang dibaptis tahun ini, anak baptis Patriark Ilia sekarang berjumlah 32.000.