Ilmuwan Jepang buktikan secara ilmiah manfaat puasa bagi kesehatan, dianugerahi Nobel Prize

Profesor Yoshinori Ohsumi. (Foto tula.kp.ru)

JEPANG (Yubelium.com) — Profesor Yoshinori Ohsumi mempelajari rahasia bagaimana sel dalam tubuh manusia tetap sehat lewat autofagi, yaitu mekanisme pembakaran bahan buangan dalam sel itu sendiri. Ia berhasil menunjukkan lokasi gen yang berperan dalam proses ini.

Hasil kerja Prof. Ohsumi merupakan hal yang penting karena membantu menjelaskan apa yang terjadi dalam sejumlah kasus penyakit, demikian dilansir BBC (3/10).

Autofagi adalah proses alami yang digunakan sel-sel untuk bertahan, memungkinkan tubuh menghadapi kelaparan dan melawan bakteri dan virus yang menyerang tubuh.

“Penemuan [Prof.] Ohsumi telah membawa pada paradigma baru dalam pemahaman kita tentang bagaimana sebuah sel melakukan proses di dalamnya. Penemuannya telah membuka cara baru untuk memahami autofagi yang sangat penting bagi sejumlah besar proses fisiologi, seperti adaptasi terhadap kelaparan dan respon terhadap infeksi,” demikian siaran pers panitia hadiah Nobel.

Prof. Ohsumi, yang sejak 2009 mengajar di Institut Teknologi Tokyo, dikatakan terkejut dipilih sebagai penerima Nobel Prize. Ia merasa “sangat dihargai.”

Profesor David Rubinsztein, seorang ahli autofagi di Universitas Cambridge, mengatakan bahwa ia senang karena karya Prof. Ohsumi telah dikenali dan diberikan penghargaan.

Istilah autofagi diambil dari bahasa Yunani yang berarti “memakan diri sendiri,” dan merupakan mekanisme yang terdapat dalam makhluk hidup, termasuk manusia.

Proses ini meningkat ketika suatu organisme sedang berada di bawah stres, misalnya ketika seseorang berpuasa. Dalam situasi ini sel-sel tubuh menghasilkan energi dengan menggunakan sumber yang ada di dalamnya, seperti sampah-buangan termasuk bakteria yang tidak menguntungkan.

Hasil penemuan Prof. Ohsumi mengindikasikan bahwa berpuasa dapat merupakan hal yang baik bagi kesehatan karena memberi kesempatan pada tubuh untuk membersihkan sel-sel dari buangan dan bakteri yang tidak baik.