Duka dan harapan di Natal Mesir: Imam al-Azhar bawa belasungkawa kepada Patriark Tawardos, “tangan asing di belakang terorisme”

Patriark Tawardos, pemimpin Gereja Ortodoks Koptik, Mesir, menyambut delegasi Imam Pemimpin al-Azhar yang datang membawa rasa simpati dan ungkapan belasungkawa atas para korban jiwa dan luka-luka dalam serangan teroris di Kairo, Mesir. (Foto: Fides/Copts Today)

YUBELIUM (Mesir) — Seikh Ahmed al Tayyib, Imam Pemimpin institusi pendidikan Islami al-Azhar, memimpin delegasi tingkat tinggi, mengunjungi pusat Patriakhat Gereja Koptik untuk menyampaikan belasungkawa kepada Patriark Tawardos, pemimpin Gereja Koptik dan seluruh umat, menyusul serangan tidak berperikemanusiaan yang menimpa jemaat yang sedang beribadah pada Minggu, 11 Desember, di Kapel Butroseya, di samping Katedral St. Markus, kedudukan Patriark Koptik.

Dalam kesempatan itu Imam al Tayyib menekankan bahwa sasaran serangan teroris, yang “tidak membedakan antara Kristen dan Muslim” adalah “persatuan masyarakat Mesir.” Ia juga menyatakan bahwa basis para pelaku teror berada “di luar negeri,” demikian Fides (15/12).

Patriark Tawardos menyebutkan 14 abad hidup berdampingan antara umat Muslim dan Kristen di Mesir, sejarah panjang yang membantu mereka bertahan menghadapi tantangan dan cobaan dalam membangun Tanah Air mereka bersama.

Serangan terhadap masyarakat tak bersalah itu menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kebanyakan korban adalah perempuan termasuk anak-anak yang menghadiri ibadah khusuk di gereja.

“Para martir kita, dan sikap kemartiran itu sendiri, mengikat kita kepada sorga, dan mengangkat hati kita kepada mereka yang telah berada di sana terlebih dahulu, dan dari sana mereka bersyafaat bagi kita,” ungkap Patriark Tawardos di Katedral St. Markus di Kairo dalam ibadah pemakaman para korban, demikian Fides (13/12).

“Kita menyebut gereja kita: Gereja para Martir,” ungkapnya menunjukkan bahwa sejak abad pertama Masehi warga Koptik telah mempersembahkan hidup mereka demi Kristus.

Menunjuk pada masa menjelang Natal yang ditandai sebagai masa sukacita dan pujian ia mengajak, “Mari kita mengungkapkan salam perpisahan bagi orang-orang yang kita kasihi dengan semangat yang sama, karena kita percaya bahwa tidak ada  kematian bagi mereka yang mengasihi Allah: mereka akan dibangkitkan dalam sukacita hidup kekal.”

Patriark Tawardos menyimpulkan bahwa para pelaku teror tidak akan lolos dari penghakiman Allah.

Pihak berwenang Mesir telah menahan sejumlah tersangka dan telah mengidentifikasi pelaku peledakan gereja tersebut.

Menyusul tragedi yang menyedihkan itu, Gereja Koptik Mesir menyerukan kepada umat Kristen di Mesir untuk merayakan Natal tidak dalam kemeriahan, sebagai tanda simpati dan belasungkawa dengan para korban.

%d bloggers like this: