Samarinda: Pengguna media sosial ucapkan selamat jalan untuk Intan Olivia Marbun; MUI sinyalir ada upaya mengacaukan dan memecah belah

Selamat jalan adik Intan Olivia Marbun: Orang tuamu sangat mengasihimu. (Foto: Facebook)

Selamat jalan adik Intan Olivia Marbun: Orang tuamu sangat mengasihimu. (Foto: Facebook)

INDONESIA (Yubelium.com) — Ucapan belasungkawa mewarnai dinding media sosial masyarakat Indonesia atas meninggalnya Intan Olivia Marbun (2, 5), korban kejahatan terorisme di Gereja Oikumene, Samarinda.

Intan adalah salah satu dari empat anak yang menderita luka bakar akibat tindakan tak berprikemanusiaan itu. Korban lainnya adalah Anita Kristobel Sihotang (2), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), dan Triniti Hutahaya (3). Mereka sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Menurut saksi mata yang dikutip RimaNews, tiga orang pria datang ke Gereja Ouikumene, Minggu, 13 November sekitar jam 10 pagi. Saat itu jemaat dewasa sedang beribadah, sementara sejumlah anak sedang bermain di teras gedung. Para pelaku lalu melemparkan bom molotov ke arah gereja, menyebabkan api membakar cepat. Anak-anak yang sedang bermain tidak bisa menghindar.

Salah seorang pelaku lari ke arah sungai. Atas keberanian seorang warga masyarakat, Samuel Tulung, pelaku pun dikejar, ditangkap dan diserahkan kepada polisi.

TERKAIT  Aksi heroik Samuel Tulung tangkap salah satu pelaku serangan teror di Gereja Oikumene Samarinda

Polisi sedang mengembangkan kasus ini. Pelaku yang ditangkap adalah seorang residivis kasus terkait terorisme yang dinyatakan bebas bersyarat pada 28 Juli 2014.

MUI: Ada kelompok yang menginginkan terjadinya kekacauan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk tindak kejahatan itu dan mensinyalir adanya upaya kelompok-kelompok tertentu untuk menciptakan permusuhan dan kekacauan di Tanah Air.

“Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila,” demikian antara lain diungkapkan Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid kepada Detikcom (13/11).

Ia mengatakan bahwa MUI melihat aksi teror tersebut dilakukan oleh kelompok yang menginginkan terjadinya kekacauan, ketidak amanan, dan perpecahan bangsa. Mereka ingin menciptakan supaya Indonesia tidak aman, mencekam, dan menakutkan.

Ia menghimbau supaya masyarakat Indonesia jangan terprovokasi.

MUI menyampaikan rasa simpati kepada para korban dan keluarga mereka, serta mendesak aparat keamanan untuk bertindak cepat menangkap para pelaku.

TERKAIT Muslim dan Kristen berjuang mempertahankan kota kuno Kristen di Suriah dari serangan ISIS: Membela tanah kelahiran kami

Puisi untuk Intan

Menulis di media sosial, akun Tulang Birgaldo Sinaga menggambarkan secara puitis kejadian tragis di Minggu pagi itu, sampai pada dini hari berikut ketika Intan, yang senang menyanyikan lagu Kingkong Badannya Besar itu, meninggalkan orang tuanya yang menangis dan memohon supaya Tuhan menyelamatkannya.

“Kini Tuhan mendekapmu.
Mendekap sejuk dan teduh jiwamu yang terbang bersama para malaikat…
Bumi ini bukanlah tempatmu bermain lagi.
Surgalah tempatmu bermain bersama teman-temanmu dari seluruh bangsa.
Tempat barumu itu tidak ada ketakutan lagi…
Di Surga sana hanya ada damai dan kebahagiaan,”

tulis Sinaga.

“Bernyanyilah di Surga ananda…
Bernyanyilah di taman Firdaus ananda…
Nyanyikanlah lagu Kingkong itu di Surga buat kami ya…”

Duka HKBP dan umat Kristen Indonesia

Pemimpin gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Darwin Lumbantobing menghimbau supaya umat Kristen tidak terpancing emosi menyikapi kejadian ini. Ketika peristiwa itu terjadi Gereja Oikumene sedang dipakai oleh jemaat HKBP.

“Kami menyatakan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya anak kami Intan Marbun umur 2 tahun jemaat HKBP Samarinda Seberang. Kiranya Tuhan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Dan kepada anak kami korban pemboman yang masih dirawat, doa kami Tuhan segera menyembuhkan. Dan seluruh keluarga tetap tabah dan kuat menghadapi pergumulan ini,” ungkapnya dikutip PGI.or.id (15/11).

Ia juga mengungkapkan harapan supaya para pelaku kejahatan ini segera menyesali tindakannya, dan supaya Pemerintah berupaya maksimal dalam menjamin keamanan beribadah seluruh warga masyarakat.