Polisi dan KPAI berhasil selamatkan anak-anak korban prostitusi gay: Perlu juga upaya preventif

perlindungan anakINDONESIA (Yubelium.com) — Bareskrim Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berhasil menyelamatkan sejumlah anak korban prostitusi gay di Cipayung, Puncak, Bogor.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, pada Selasa (30/8) malam menyampaikan penggerebekan dilakukan di salah satu hotel di Jl Raya Puncak, Cipayung. Pria berinisial AR (41), diduga berperan sebagai germo diamankan polisi.

“(Terduga pelaku) menawarkan prostitusi anak di bawah umur melalui akun Facebook,” kata Irjen Boy dikutip Detik.com (31/8)

Hal yang memiriskan terungkap bahwa praktek ini tercium memiliki jaringan, dan melibatkan beberapa orang yang menjual anak-anak kepada para penyuka sesama jenis.

Anak-anak yang berhasil diselamatkan telah dibawa ke tempat perlindungan, dan akan mendapatkan pelayanan terapi secara psikologis dan keagamaan.

Mantan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait sempat menyoroti rendahnya hukuman terhadap pelaku pelecehan anak, sehingga harus segera direvisi.

Ia mengungkapkan pada 2014 lalu bahwa meningkatnya kasus pelecehan terhadap anak menunjukkan kegagalan dalam sistem hukum Indonesia.

Belum lama ini Menteri Sosial mengungkapkan bahwa tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan turut dipicu material cabul dan miras.

Upaya preventif

Selain upaya penyelamatan terhadap anak-anak korban kejahatan, pihak berwenang dan KPAI perlu melakukan langkah-langkah preventif dengan menaikan hukuman bagi terdakwa kejahatan terhadap anak sampai seumur hidup, dan memberantas peredaran material cabul dan penyalah gunaan obat-obat terlarang dan minuman berkadar alkohol tinggi.