#StopBarnevernet: Lebih dari 100 pengacara tuntut PM Norwegia untuk mengembalikan anak-anak Kristen pada orang tua mereka; (Up-dated) Kabar sukacita

Anak-anak keluarga Kristen Bodnariu dirampas oleh Barnevernet karena iman mereka.

NORWEGIA (Yubelium.com) — “Kami dapati fakta-fakta terkait insiden internasional ini tidak dapat diterima, tidak hanya dari sudut hukum, tapi juga dari sudut moral dan kemanusiaan,”

demikian sebagian dari surat pernyataan bersama yang ditanda tangani oleh lebih dari 100 pengacara lintas negara termasuk beberapa anggota Parlemen Eropa (klik untuk melihat isi surat dan penanda tangan).

“Kami melihat pelanggaran-pelanggaran ini sebagai pelanggaran berat terhadap hukum dalam negeri dan internasional,”  ungkap mereka mendesak Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg untuk mengembalikan anak-anak Kristen yang dirampas oleh Barnevernet, lembaga perlindungan anak di negara itu.

TERKAIT: #StopBarnevernet: Pekerja sosial rampas lima anak dari orang tua karena mereka Kristen

Dalam pernyataan yang dikirimkan 13 Mei itu mereka menyatakan bahwa tindakan Barnevernet yang memisahkan anak-anak dari orang tua biologis mereka karena mereka Kristen adalah “sangat meresahkan.”

“Hal ini merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Hak Anak juga. Antara lain, Barnevernet Norwegia melanggar Pasal 8 Konvensi yang mewajibkan Negara untuk ‘melindungi identitas anak’, termasuk Pasal 14 yang menekankan Negara ‘menghormati hak anak untuk kebebasan berpikir, hati nurani, dan agama’.”

Di antara penanda tangan pernyataan bersama itu adalah Hee Eun Lee, Pembantu Dekan dan Profesor di Handong International Law School, Korea (Selatan), Daniel Buda, anggota Parlemen Eropa dan pengacara dari Rumania, Naomi Sarega, JD, dari Trinity Law School, California, AS, dan Robert Clarke, pengacara dan direktur European Advocacy, London.

Pernyataan bersama itu masih terbuka bagi pengacara, profesor hukum, dan anggota parlemen untuk menambahkan nama mereka mendukung kembalinya anak-anak keluarga Bodnariu kepada orang tua biologis mereka.

Up-date: Keluarga Kristen bersukacita karena anak-anak dapat dipersatukan kembali dengan orang tua mereka

Setelah sekitar tujuh bulan dipisahkan dari orang tua mereka, anak-anak keluarga Bodnariu akhirnya dapat kembali dipersatukan dengan ayah dan ibu, Marius dan Ruth.

Pada November tahun lalu, anak-anak yang berusia 3 bulan, 2, 5, 7 dan 9 tahun itu dibawa oleh lembaga perlindungan anak, Barnevernet dengan tuduhan orang tua “mendoktrinasi” anak-anak itu. Keluarga Bodnariu berlatar belakang Kristen Pentakosta yang mempraktekkan keyakinan iman mereka.

Tindakan Barnevernet yang sewenang-wenang dan melanggar Konvensi Hak Anak itu mendapat protes dari berbagai belahan dunia. Demonstrasi tidak hanya terjadi di Rumania, negara asal Marius, tapi juga di Australia, London, Rusia, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

Kami menyampaikan terima kasih kepada semua untuk kasih, dukungan, doa-doa dan partisipasi aktif dalam terkumpulnya kembali keluarga ini,” demikian pengumuman dari jurubicara keluarga, Pdt Cristian Ionescu pada 3 Juni, menyusul keputusan yang menyatakan bahwa keluarga itu akan dipersatukan kembali.

“Kiranya Tuhan memberkati dengan limpah dan membalas upah untuk apa yang telah kalian lakukan untuk membawa keluarga kami bersama kembali,”

Ia meminta supaya keluarga diberikan kesempatan untuk pulih dari situasi yang telah mereka hadapi, dan mengutip nats Wahyu 7:21 “Puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”