#PrayforOrlando: Doa dan belasungkawa tokoh Nasrani dan tekad untuk mengenali dan menghadapi penyebab munculnya kekerasan

AMERIKA SERIKAT (Yubelium.com) — Sebuah peristiwa tragis menambah kepedihan suasana di berbagai belahan dunia, setelah seorang pria bersenjata menyerang sebuah tempat hiburan malam di Orlando, Florida, pada Minggu subuh (12/6), menyebabkan sekurangnya 50 orang meninggal dunia, termasuk pelaku, dan lebih dari 50 orang lainnya luka-luka.

“Kami semua berharap supaya berbagai cara dapat ditemukan, secepat mungkin, untuk secara efektif mengenali dan menghadapi penyebab-penyebab munculnya kekerasan yang sangat menyedihkan dan konyol demikian yang mengganggu niat perdamaian dari masyarakat Amerika dan seluruh kemanusiaan,” demikian pernyataan 12 Juni dari jurubicara Vatikan, Fr. Federico Lombardi dikutip CNA (12/6).

Pernyataan itu turut mengungkapkan kengerian dan kecaman terhadap “manifestasi kebodohan untuk membunuh dan hati yang tidak berperasaan.”

“Paus Fransiskus turut bersama-sama keluarga para korban dan semua yang terluka dalam doa dan belas kasih.”

Pelaku penyerangan, OM, 29, kelahiran New York dan menetap di Florida, tewas setelah tembak-menembak dengan pihak berwajib.

Lokasi peristiwa disebut sebagai tempat hiburan para pelaku hubungan sejenis.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media NBC, ayah pelaku, SM, mengungkapkan bahwa dalam kunjungan ke Miami, Florida, pelaku menjadi marah setelah dua orang pria berciuman di depan isteri dan puteranya.

“Lihat itu, di depan anak laki-laki saya mereka melakukan itu,” ungkapnya seperti dituturkan sang ayah.

“Kami memohon maaf atas peristiwa ini,” ungkap sang ayah. “Kami tidak tahu menahu dengan tindakan yang ia lakukan. Kami shock sama seperti semuanya.”

“Hal ini tidak ada kaitan dengan agama,” tambahnya.

“Berita yang sangat buruk didengar pada waktu bangun pagi,” demikian status Janet Boynes, penulis dan narasumber Kristen yang telah meninggalkan hubungan sejenis, menggambarkan apa yang terjadi di Orlando.

Mendoakan keluarga [para korban jiwa] dan mereka yang sedang bertahan hidup di rumah sakit. Besok tiada dijamin. Jangan pernah membuang kesempatan untuk membagikan kasih Allah. ‘Karena Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang’. (Lukas 19:10),” tulisnya.