Ahli fisika kondang Michio Kaku: Tuhan merupakan ahli matematika

(Ilustrasi: christianheadlines)

Para ilmuwan mulai terbuka menunjukkan penerimaan mereka terhadap Sumber Cerdas (Intelligent Source) yang memungkinkan alam semesta dan isinya ada sebagaimana saat ini.

Ahli teori fisika, pengarang buku dan pengajar di City College of New York, Michio Kaku mengatakan bahwa hukum fisika menunjukkan bahwa Tuhan merupakan ahli matematika.

“The mind of God” (pikiran Tuhan) merupakan “cosmic music” (musik alam semesta) yang beresonansi lewat sebelas dimensi hyperspace, ungkap salah satu tokoh penting dalam pengembangan String Theory ini dalam sebuah video wawancara berdurasi sekitar lima menit.

String Theory mengulas pertalian partikel dasar yang menghasilkan modus eksitasi, dimisalkan dengan suara getar tali pada gitar.

Dalam video itu Prof Kaku turut menyinggung sekilas tentang penerimaannya atas pandangan teori evolusi lintas spesies (disebut makro-evolusi), bahwa manusia berevolusi dari kera.

 

Pandangan para ilmuwan Kristen tentang evolusi

Para ilmuwan Kristen menerima karya Penciptaan sebagai awal segala sesuatu, yakni bahwa langit dan bumi serta isinya saat ini merupakan karya ciptaan Allah ex-nihillo – dari tidak ada (kehampaan mutlak) menjadi ada.

Sekalipun demikian, terdapat perbedaan pandangan tentang bagaimana proses penciptaan itu terjadi sampai mengambil bentuknya yang saat ini.

Ada yang hanya menerima mikro-evolusi yaitu evolusi yang terjadi dalam bingkai spesies (contoh: percobaan Mendel dengan kacang polong), namun menolak teori perubahan lintas spesies (makro-evolusi, contoh kera menjadi manusia).

Sementara yang lain menerima evolusi (termasuk lintas spesies) sebagai cara Allah menciptakan berbagai makhluk hidup saat ini. (Teori evolusi lintas spesies sampai saat ini tidak bisa dibuktikan lewat sebuah eksperimen ilmiah).

Penyebab Utama (First Cause)/Sumber Cerdas (Intelligent Source) kristiani

“Saya menyimpulkan bahwa kita hidup dalam dunia yang diciptakan oleh suatu [K]ecerdasan,” ungkap Prof Kaku, dilansir ChristianHeadlines (7/6) mengutip Geophilosopical Association of Anthropological and Cultural Studies.

“Bagi saya adalah jelas bahwa kita ada dalam sebuah rancangan yang diperintah oleh aturan-aturan yang diciptakan, dibentuk oleh kecerdasan universal dan bukan oleh suatu kebetulan.”

Filsafat Kristen menunjukkan keharusan Penyebab Utama, yaitu Allah sebagai Pencipta segala yang ada, termasuk hukum fisika dan hukum moral, karena kehampaan tidak dapat mengadakan sesuatu dan yang tidak hidup tidak dapat melakukan apa-apa.

Allah yang berpengapa

Dalam sebuah wawancara berbeda, Prof Kaku mengutip ilmuwan Albert Einstein yang melihat bahwa keteraturan alam semesta sebagai bukti keberadaan Allah. Namun, ia nampaknya menolak pemahaman bahwa Allah itu adalah yang menyatakan diri dalam sejarah manusia, terlebih khusus bangsa Israel, dan yang memiliki kepedulian terhadap keutuhan ciptaan.

Pemahaman filosofi yang menerima keberadaan Allah (karena Ia memang tak dapat disangkal) namun jauh dari manusia disebut Deisme, yaitu Allah dianggap seperti seorang pembuat jam tangan, yang membuat alam semesta beroperasi namun setelah itu tak lagi mencampurinya.

Paham ini cenderung fokus pada keteraturan dan keindahan, tetapi menutup mata pada persoalan dosa, yaitu penderitaan dan kehancuran yang dialami dunia dan makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia.

Iman Kristen menerima bahwa Penyebab Utama, yang merupakan Sumber Cerdas itu, yang menjadikan segala sesuatu dan yang berkepedulian terhadap penderitaan manusia akibat dosa.

Ia telah menunjukkan belas kasih secara nyata lewat pengorbanan Kristus Yesus, Firman Hidup, yang oleh-Nya segala yang ada diciptakan dari kehampaan mutlak.

 

Terakhir diperbarui: 28 Juni 2016, perbaikan bahasa minor.