#StopBarnevernet: Pekerja sosial rampas lima anak dari orang tua karena mereka Kristen

Anak-anak keluarga Kristen Bodnariu dirampas oleh Barnevernet karena iman mereka.

NORWEGIA (Yubelium.com) — Keluarga Bodnarius terkejut bukan main ketika tiba-tiba lima anak mereka diambil oleh pekerja sosial anak pemerintah, Barnevernet yang menempatkan mereka di tiga rumah berbeda. Peristiwa tragis itu terjadi setelah anak-anak perempuan mereka terdengar menyanyikan lagu Kristen di sekolah, demikian Pravoslavie (15/4).

Di antara sejumlah alasan yang dipakai untuk membenarkan tindakan, yang jelas-jelas melanggar hak anak itu, adalah bahwa orang tua anak-anak itu adalah “Kristen radikal yang mengindoktrinasi anak-anak mereka.”

Kepala sekolah yang memanggil anak-anak perempuan itu mengakui bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik terjadi, tapi karena anak-anak itu mengaku bahwa kadang mereka mendapat disiplin ketika berlaku buruk, ia memanggil Barnevernet, untuk memberikan “bantuan dan bimbingan” tentang bagaimana membesarkan anak-anak.

Pada 16 November 2015 lalu petugas Barnevernet menjemput kedua anak perempuan mereka dari sekolah, berangkat ke rumah mereka, mengambil dua anak yang lain, dan membawa Ruth, ibu mereka, ke kantor polisi. Ruth turut membawa bayi mereka, Ezekiel. Sementara itu, para petugas juga menemui Maurius, sang ayah, di tempat kerja, dan membawanya.

Setelah ditanyai beberapa jam, suami isteri itu diijinkan pulang hanya bersama yang bungsu. Namun, keesokan harinya para petugas datang dan mengambil Ezekiel juga.

Keluarga Kristen dari tradisi Pentakosta ini bersyukur bahwa baru-baru ini pihak Barnevernet telah mengembalikan Ezekiel, 8-bulan, setelah empat setengah bulan dipisahkan dari orang tuanya.

Namun, keempat anak lainnya masih ditempatkan di dua rumah berbeda, terpisah dari orang tua dan saudara mereka yang paling kecil.

Sebuah petisi online dan halaman media sosial telah diluncurkan bersama gerakan protes global menuntut pemerintah Norwegia mengembalikan anak-anak Bodnariu, dan secara serius mereformasi Program Barnevernet-nya yang telah secara diam-diam mengambil anak-anak dari orang tua mereka.

Kasus keluarga Bodnariu telah mendorong orang tua lainnya yang telah menjadi korban Barnevernet untuk menyuarakan nasib mereka.

Sejumlah alasan yang dipakai organisasi ini di antaranya orang tua tidak bisa mengatur pakaian bersih; sang ibu memotong roti menjadi irisan terlalu tebal; ibu menggunakan terlalu banyak sabun saat membersihkan; termasuk bahwa sang ayah memiliki cedera kaki dan tidak bisa berdiri di tangga, dan karenanya tidak mampu membersihkan bagian atas bingkai jendela. Barnevernet telah menggunakan alasan-alasan “yang sama tidak masuk akal lainnya” untuk memisahkan anak-anak dari orang tua mereka, demikian video Global Protest Pro Bodnariu – 16 April 2016.

Pada 16 April 2016 puluhan ribu orang di sejumlah kota besar di Eropa, Australia, Canada dan Amerika akan bergabung dalam protes global terhadap penyalah gunaan kekuasaan dan pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh lembaga perlindungan anak Norwegia, Barnavernet yang telah merampas anak-anak dari keluarga mereka.

Solidaritas di media sosial dapat ditunjukkan dengan tag #stopBarnevernet.