Doakan Tolikara: Masyarakat dimiskinkan dengan tindakan kekerasan dan penghancuran tempat tinggal (klarifikasi berita)

Kekerasan dan penghancuran memiskinkan masyarakat Tolikara (Foto: Hamdani Bulan Sabit Merah Indonesia via bbcindonesia)

INDONESIA (Yubelium.com) — Pihak kepolisian Republik Indonesia mengklarifikasi bahwa berita tentang adanya kerusuhan di Tolikara baru-baru ini yang mengakibatkan dua orang meninggal adalah tidak benar. Sekalipun demikian, pejabat setempat mengaku bahwa pada pertengahan April lalu sempat terjadi konflik yang mengakibatkan rumah-rumah penduduk dibakar dan ratusan warga mengungsi.

“Memang benar ada konflik antar warga di Distrik Panaga dan Gika mengakibatkan rumah–rumah warga dibakar,” kata Wakil Bupati Tolikara, Amos Jikwa kepada detikcom di Jayapura, Selasa (25/4/2016).

Ia menjelaskan bahwa bentrok warga terjadi akibat dendam lama, yakni kejahatan pembunuhan pada Juni 2015 lalu dengan pelaku sampai saat ini belum ditemukan polisi. Kemudian pada 9 April lalu warga menemukan seorang aparatur sipil negara Dinas Kependudukan, Denis Wanimbo, yang diyakini telah menjadi korban pembunuhan.

Sejumlah warga lalu melakukan penyerangan ke Distrik Gika, namun saat itu warga setempat telah mengungsi ke Distrik Umage. Mereka lalu melakukan pembakaran rumah-rumah yang ditinggal. Hanya bangunan gereja yang dibiarkan tak tersentuh.

“Jadi karena dendam lama, dan dipicu oleh pembagian dana desa yang tidak merata di masyarakat,” ungkap Wabup Amos, mengatakan bahwa setelah kejadian itu ia bertemu dengan keluarga dan masyarakat kampung Gelok, Distrik Gika meminta supaya kasus pembunuhan diserahkan kepada polisi untuk mengusutnya.

“Masyarakat dapat menerima dan akhirnya tidak terjadi penyerangan balasan,” ungkapnya. Mereka berharap supaya pihak kepolisian segara menangkap pelaku dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Menyangkut proses perdamaian secara adat Wabup Amos mengatakan akan dilakukan jika pelaku sudah tertangkap. Ia juga meminta kepada Menteri Sosial agar memberikan bantuan untuk membangun rumah-rumah warga yang terbakar.

Ia mengatakan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Tolikara kondusif, namun warga di kedua distrik belum bisa bertemu sebelum dilakukan acara perdamaian secara adat.

BBC Indonesia (24/4) melaporkan bahwa di Tolikara telah terjadi konflik antar warga yang mengakibatkan dua orang meninggal dan warga mengungsi, merujuk keterangan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bp Feri Kogoya. Laporan Yubelium.com sebelumnya disasarkan pada informasi itu.

Pihak kepolisian di Papua sedang berupaya menghubungi Bp Feri untuk mendapat klarifikasi mengenai informasi yang beredar, demikian detikcom.

Tolikara menjadi terkenal setelah kasus “pembakaran masjid” – yang sebenarnya sebuah mushola terbakar akibat api merambat dari toko-toko, setelah aksi kekerasan aparat yang mengakibatkan pemuda Gereja Injili Di Indonesia Edi Wanimbo, 15, mengalami luka tembakan, dan meninggal di rumah sakit.

Sebagian besar masyarakat Tolikara merupakan pemeluk agama Kristen.