Doakan Yemen: Badan amal Bunda Teresa diserang orang bersenjata, empat suster martir

YEMEN (Yubelium.com) — Sekurangnya 16 orang meninggal dunia setelah dua orang bersenjata menyerang konven Misionaris Kasih, badan amal yang didirikan Bunda Teresa, di Aden, Jumat. Empat suster yang melayani orang lanjut usia di kota itu turut menjadi martir dalam serangan tak berperikemanusiaan itu.

Mereka adalah Sr Anselm dari India, Sr Margharite dari Rwanda, Sr Reginette dari Rwanda, dan Sr Judith dari Kenya, demikian keterangan Vikariat Apostolik Arabia Selatan (VAAS) dilansir EWTN (4/3). Korban lainnya adalah para sukarelawan, sekurangnya lima berasal dari Etiopia dan lainnya merupakan warga Yemen.

Rumah jompo di konven itu merawat sekitar 80 orang, semua dalam keadaan baik.

Para penyerang masuk ke dalam konven setelah mengibuli penjaga gerbang dengan mengatakan bahwa orang tua mereka dirawat di situ, demikian EWTN melansir AP.

Ketika diijinkan masuk mereka menembak penjaga gerbang, lalu membabi buta.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Menurut VAAS, kegiatan Misionaris Kasih di Yemen dimulai sejak 1973 ketika Pemerintah Yemen Utara waktu itu meminta mereka untuk datang melayani orang yang sakit dan lanjut usia. Konven di Aden telah beroperasi sejak 1992.

Pemimpin konven diberitakan dalam keadaan baik dan saat ini dalam perlindungan pihak keamanan.

September lalu konven tersebut juga diserang dan dibakar. Agenzia Fides melaporkan dari kejadian itu seorang imam dari India, Fr Tom Uzhunnalil, masih hilang sampai saat ini.

Menurut laporan PBB sebanyak 6000 orang dilaporkan telah kehilangan nyawa sejak konflik yang melanda wilayah itu memuncak pada Maret 2015. Perang saudara yang melanda negeri itu telah diperparah dengan serangan yang dipimpin Arab Saudi.

Di tengah kekacauan itu gereja dan orang-orang Kristen menjadi target serangan-serangan kelompok-kelompok radikal.