Terancam gulung tikar, pengusaha Indonesia keluhkan kebijakan pemerintah untuk investasi asing

(Ilustrasi via ekbis.sindonews)

INDONESIA (Yubelium.com) — Kalangan pengusaha dalam negeri mengeluhkan kebijakan pemerintah Indonesia yang telah melonggarkan Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk investor asing, yang membuat mereka terancam gulung tikar.

“Kami ingin di satu sisi tetap menarik investor, tapi di sisi lain tetap melindungi pengusaha kita,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani dikutip SumutInvest.com (20/2).

Bidang-bidang yang disoroti antara lain usaha restoran, perhotelan, spa, termasuk sektor angkutan darat.

Ketua Apindo meminta supaya pemerintah merevisi kembali daftar tersebut supaya lebih berpihak pada pengusaha domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berpendapat bahwa langkah pemerintah ini akan memajukan industri parawisata dalam negeri, demikian Katadata (16/2).

“Kami ambil positifnya saja, bahwa (revisi DNI) ini akan baik untuk menambah kompetisi,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman dikutip Katadata. Ia menilai kebijakan ini dapat memperkuat persaingan.

Sektor lainnya yang telah dibuka untuk asing adalah bahan baku obat dan perfilman.

Dalam aturan DNI hasil revisi ada 35 bidang usaha yang diperbolehkan 100 persen bagi investor asing. Dalam aturan sebelumnya, bidang usaha tersebut dibatasi, bahkan ada beberapa yang dilarang untuk asing.

Terkait dengan investasi asing, Desember lalu sejumlah mahasiswa menyuarakan protes terhadap pengelolaan sumber daya alam di Indonesia secara khusus di Tanah Papua.

“Sumber daya alam kita sampai hari ini masih dikelola asing. Sebagai bagian masyarakat Indonesia, kita sampaikan sumber daya alam itu milik rakyat,” ungkap koordinator aksi.

Ia menyerukan supaya Indonesia dapat mengolah sumber daya alamnya sendiri, supaya manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, “begitu juga masyarakat yang ada di Papua.”

Di awal tahun lalu ratusan mahasiswa yang mewakili 23 universitas di Indonesia juga berunjuk rasa di Istana Bogor dengan sebelas tututan, salah satunya adalah menstabilkan perekonomian dan menyejahterakan rakyat kecil. Mereka juga menganggap pemerintahan Jokowi-JK saat ini terlalu ditukangi oleh kepentingan asing.

Referensi:
Pengusaha Keluhkan Bebasnya Investasi Asing (20 Feb. 2016), http://www.sumutinvest.com/detailArtikel.php?kategori=27&id=703, akses 22/2.
Pariwisata Dibuka Bagi Asing, Darmin: Pengusaha Jangan Takut Kehabisan, http://katadata.co.id/berita/2016/02/16/pariwisata-dibuka-bagi-asing-darmin-pengusaha-jangan-takut-kehabisan, akses 22/2.
Kepung Istana Bogor ini 11 seruan mahasiswa kepada Pemerintah, http://yubelium.com/2015/03/29/kepung-istana-bogor-ini-11-seruan-mahasiswa-kepada-pemerintah/, akses 22/2.
Skandal Freeport dan praktek intelijen: Masyarakat dan mahasiswa desak pemerintah tidak perpanjang kontrak FI di Tanah Papua, http://yubelium.com/2015/12/12/skandal-freeport-dan-praktek-intelijen-masyarakat-dan-mahasiswa-desak-pemerintah-tidak-perpanjang-kontrak-fi-di-tanah-papua/, akses 22/2.

 

%d bloggers like this: