Patriark Kirill: Umat Kristen AS dan Rusia perlu kerjasama untuk menghindarkan dunia dari perang besar

Patriark Moskow dan Rusia Raya, Kirill. (Foto via edenkeeper.org)

RUSIA (Yubelium.com) — Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill mengatakan masyarakat Amerika Serikat dan Rusia, termasuk masyarakat luas, harus berupaya untuk menghindarkan dunia dari sebuah perang besar.

Ia mengingatkan bahwa konfrontasi antara “dua kekuatan besar” dengan “kekuatan penghancur yang besar sekali” berpotensi “menghancurkan seluruh dunia.”

“Sebuah perang berskala besar harus dihindari dengan segala cara” ungkapnya dalam wawancara dengan RT (15/2), menambahkan bahwa hal tersebut seharusnya menjadi “prioritas nomor satu masyarakat Amerika Serikat dan Rusia, termasuk banyak orang lain yang memiliki pandangan bijaksana terhadap apa yang sedang terjadi saat ini.”

Ia menekankan bahwa kebanyakan masyarakat di AS adalah “Kristen yang memiliki nilai-nilai yang sama dan merupakan bagian dari umat Kristen global” seperti halnya masyarakat Rusia.

Ia mengajak supaya kedua masyarakat dapat memanfaatkan kedekatan tersebut “untuk membangun jembatan, daripada memperdalam perbedaan” antara kedua negara.

“Kami berhubungan dekat dengan komunitas Kristen AS, termasuk kunjungan perwakilan dan konferensi sebagai upaya untuk melahirkan sebuah pendekatan Kristen terpadu terhadap persoalan-persoalan yang memisahkan AS dan Uni-Soviet,” kenangnya ketika Rusia masih berada di bawah rezim ateis. Ia menyerukan supaya kedua negara tetap melanjutkan upaya-upaya demikian.

Perkembangan situasi di Suriah dan Irak telah menimbulkan kekuatiran akan lahirnya perang besar antara pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung terlibat dalam konflik di wilayah itu.

Patriark Kirill mengungkapkan bahwa diperlukan aksi bersama, dalamnya termasuk “Rusia, Amerika Serikat, Eropa Barat dan sejumlah negara Arab” untuk mengakhiri perang di Irak dan Suriah, dan mengalahkan kelompok-kelompok teroris.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan kepada rakyat Suriah dan Irak “kesempatan untuk dengan bebas menentukan masa depan mereka, supaya negara-negara ini dapat hidup dalam damai dan supaya semua komunitas agama, Kristen atau Islam, dapat hidup berdampingan dalam damai.”

Pada 12 Februari lalu Patriark Kirill bertemu dengan pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus di Havana, Kuba. Keduanya mengeluarkan sebuah deklarasi bersama yang turut menyoroti situasi di Timur Tengah dan masalah-masalah yang dihadapi dunia saat ini.