Intelijen ekonomi Rusia, Irak, Iran dan Suriah bekerjasama lawan pendanaan kelompok teroris ISIS; Dewan Keamanan PBB hadang jual beli minyak dan senjata

(Foto via dw.com)

Para pemimpin bidang intelijen ekonomi dan anti pencucian uang Rusia, Irak, Iran dan Suriah menanda tangani sejumlah persetujuan sebagai upaya memerangi pendanaan terhadap kegiatan kelompok teroris ISIS, demikian TASS (4/2).

Sebelumnya Dewan Keamanan PBB sepakat memberikan sanksi terhadap ISIS dengan memblokade akses pada pembelian peralatan pengolahan minyak bumi, persenjataan dan komunikasi.

Keputusan itu juga menyatakan supaya semua negara anggota untuk mencegah warga negaranya menyediakan bantuan keuangan atau jasa kepada “organisasi teroris atau individu teroris untuk maksud apapun, termasuk di antaranya penjaringan anggota, pelatihan, perjalanan, sekalipun tidak terkait pada aksi teroris yang spesifik,” demikian DW (17/12/2015) merujuk Reuters dan AFP

Dari laporan tersebut dikatakan ada 234 orang dan 74 entitas (organisasi?) yang masuk daftar ISIS dan Al-Qaeda.

Sanksi ini merupakan langkah maju, sekalipun baru diambil setelah ISIS telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang parah di Irak dan Suriah, termasuk penjarahan dan penghancuran tempat-tempat suci agama-agama Abrahamik di wilayah itu.

 

Terkait:

Pengusaha minyak negara Eropa, Swiss didapati secara reguler mengimport minyak dari sejumlah terminal di Turki, tempat ISIS menjual pasokan minyak ilegal mereka, demikian media Swiss Le Matin dikutip Sputnik (13/12/15).