Bela ajaran Alkitab, Manny Pacquiao tak bisa lagi bergaya dengan produk Nike

(Foto via boxnews.com.ua)

EKKLESIASTIKA — Tak terkecuali teroris di Sharina Plaza bergaya dengan sepatu Nike (sekalipun sepertinya agak kontradiksi dengan memilih Starbucks sebagai lokasi tindakan tak berperikemanusiaan itu).

Para pemuda dan pemudi sering merasa terangkat egonya ketika memakai produk Nike atau minum kopi Starbucks; kelihatan status sosialnya meningkat — mengkonsumsi produk merk luar negeri (sekalipun dibuat dalam negeri), mahal lagi.

Tapi sekarang petinju legendaris Manny Pacquiao tak bisa lagi bergaya dengan produk Nike — pasti bukan karena tak punya uang.

Hal ini karena Nike baru saja memutuskan kontraknya dengan petinju yang memegang sabuk juara di delapan kelas berbeda itu.

Pasalnya petinju asal Filipina itu menyebut hubungan sesama jenis tidak masuk logika manusia. (Lihat komentar lengkap Pacquiao di bawah.)

Mungkin Barat, tempat asal merk dagang Nike dan Starbucks, tidak memahami gaya bahasa Timur.

Kita biasa dengar komentar, “Bahkan binatang pun tak tega membunuh/menelantarkan anaknya sendiri.”

Ironisnya, ungkapan itu biasanya muncul ketika manusia justru melakukan apa saja yang digayabahasakan sebagai hal yang tak manusiawi, tak logis.

Tapi terjadi.

Kalau petinju, yang juga adalah seorang anggota perwakilan rakyat itu, mau mengejar, ia dapat mengatakan kepada Nike gaya bahasa itu, karena sponsor top olahraga itu juga mendukung aborsi di negara asalnya.

Itu sebabnya, Life Decisions International, organisasi pembela kehidupan, memasukan Nike (dan Starbucks) ke dalam daftar boykot perusahaan yang kebijakan sosialnya mendukung pengorbanan anak-anak dalam kandungan.

Herannya, (bisa dari segi positif) Nike mendapat penghargaan dari kelompok pelindung binatang karena memutuskan untuk tidak menggunakan kulit kanguru di sepatu sepakbola buatan mereka.

Jadi, masalah penggunaan bahasa kelihatan bukan substansi. Ini merupakan kebijakan (ideologis) perusahaan.

Namun hal yang patut dihargai adalah Pac Man, julukan Pacquiao, tetap meminta maaf kepada “orang-orang yang tersakiti” karena gaya bahasa Timurnya, yang apakah sengaja atau tidak, disalah mengerti.

Hal yang jelas adalah Nike telah menunjukkan arti merk dagangnya kepada masyarakat Filipina, bahwa simbol yang hampir mirip tanda centang itu adalah sebuah dukungan terhadap ideologi jender (atau gerakan LGBT); simbol yang memberikan perhatian terhadap nasib binatang, namun mendukung perampasan hak anak-anak, yang belum dapat mengangkat suara mereka sendiri (sama seperti Starbucks.)

Mungkin Nike telah memperhitungkan bahwa dengan kebijakan sosial demikian merk sepatu dan pernak pernik olahraga ini tetap akan sulit mendapat pasar di Filipina, yang sebagian besar penduduknya adalah umat Gereja Katolik.

Atau pemuda dan pemudi yang memiliki pemikiran kritis terhadap produk yang mereka gunakan sudah tak begitu banyak saat ini.

Atau lebih banyak anak muda saat ini yang mau membayar lebih mahal, daripada membeli produk dalam negeri yang memberi nafkah halal bagi banyak keluarga.

Kalau demikian semoga Nike keliru. Sudah mahal, uang hasil keuntungan masih pula dipakai untuk agenda yang menurunkan derajat kemanusiaan.

Manny Pacquiao meminta maaf, secara empatik menggunakan rekonstruksi bahasa Barat bahwa ia “menyamakan pelaku hubungan sejenis dengan binatang,” tapi ia tegas menolak merubah ajaran Alkitab.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal, ia ditanyakan tentang pandangannya mengenai hubungan sejenis.

“Ini tentang pikiran sehat,” ungkapnya. “Apakah Anda melihat binatang kawin dengan dengan sesama jenis? Binatang lebih [tahu] karena dapat membedakan yang jantan dari betina. Jika laki-laki kawin dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan, mereka jadi lebih kurang [tahu] dari binatang.”

Gaya bahasa Timur, bukan untuk membenci atau mengurangi martabat kemanusiaan individu-individu yang memiliki ketertarikan seksual terhadap sesama jenis.

Justru dengan meyebutkan hakikat manusia yang lebih dari binatang, manusia diingatkan terhadap gambar dan rupa Allah di dalam dirinya. Manusia memiliki nilai intrinsik (intrinsic value) sama seperti semua ciptaan lainnya, tetapi ia diberi kelebihan sebagai pelaku moral (moral agent) yang tidak dimiliki oleh ciptaan lainnya, termasuk binatang.

Tapi Nike memang sedari lama telah punya kebijakannya sendiri.

“Nike dengan keras menolak bentuk diskriminasi apapun dan telah memiliki sejarah panjang mendukung dan membela hak-hak komunitas LGBT,” demikian pernyataan pihak Nike kepada BBC dikutip The Christian Post.

Pada hari Selasa lewat akun resmi media sosialnya Pacquiao mengungkapkan permintaan maaf terhadap “mereka yang tersakiti,” dengan menambahkan “Saya tetap berdiri dalam keyakinan saya yaitu menolak perkawinan sesama jenis karena itulah yang dikatakan Alkitab.”

“Saya mengasihi kalian semua dengan kasih Tuhan,” tulisnya.

Di akun media sosial lainnya Pacquiao menulis: “Saya lebih memilih menaati perintah Tuhan dari pada mengikuti keinginan daging. Saya tidak menyalahkan siapapun, tapi saya hanya mengatakan kebenaran dari apa yang dikatakan Alkitab. Kebenaran dalam Alkitab adalah yang mengubah saya dari kehidupan lama saya.”

Ia juga mengutip 1 Korintus 6:9, [10] “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah,  banci, orang pemburit [(laki-laki yang tidur dengan laki-laki seperti dengan perempuan), pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.]”

 

Referensi:
CORPORATE FUNDING (BOYCOTT) (tanpa tanggal), http://fightpp.org/projects/cfp-boycott/; Memuat kutipan dari Douglas R. Scott, Jr, “The Pro-Life Movement will succeed only to the extent that pro-life people are willing to be inconvenienced” (Gerakan Pembela Kehidupan hanya akan sukses jika orang-orang pendukung kehidupan bersedia untuk merasa tak nyaman), akses 18 Februari 2016.
Manny Pacquiao Fired by Nike After Christian Boxer Calls Gay People ‘Worse Than Animals’ (18 Februari 2016),
www.christianpost.com/news/manny-pacquiao-fired-by-nike-after-christian-boxer-calls-gay-people-worse-than-animals-158047/, akses 18 Februari 2016.
Nike plan to drop ‘cruel’ kangaroo leather football boots (11 Agustus 2013), http://focusingonwildlife.com/news/nike-plan-to-drop-cruel-kangaroo-leather-football-boots/, akses 18 Februari 2016.
Nike fires legendary athlete for following Bible (17 Februari 2016), www.wnd.com/2016/02/nike-fires-legendary-boxer-for-following-bible/, akses 18 Februari 2016.
Terakhir diperbarui 20 Februari 2016: Edit typo.
%d bloggers like this: