Sidang MPL-PGI 2016: Melawan kerakusan dengan keugaharian, kesederhanaan

Sidang MPL-PGI 2016: Melawan kerakusan dengan keugaharian, kesederhanaan

INDONESIA (Yubelium.com) — Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) berlangsung pada 22-26 Januari 2016 di Wisma Retreat GMI, Bangun Dolok, Parapat, Sumatera Utara.

Secara khusus MPL PGI menyoroti topik keugaharian, atau kesederhanaan dan kebercukupan, melawan sikap kerakusan, dalam memelihara keberagaman di Indonesia.

“Sebagaimana kita ketahui Sidang Raya di Nias mensinyalir bahwa akar dari semua persoalan-persoalan kita, baik di tengah gereja maupun bangsa ini adalah kerakusan, dan kerakusan ini sudah sedemikian rupa menggerogoti nilai-nilai kehidupan tetapi juga perilaku kita sehari-hari. Sebab itu, Sidang Raya mengamanatkan perlunya gereja-gereja mengembangkan spiritualitas keugaharian sebagai kontra terhadap kerakusan ini,” ungkap Sekretaris Umum PGI, Pdt Gomar Gultom MTh jelang pelaksanaan sidang tersebut, dikutip PGI.or.id (11/1).

“Salah satu problem dalam keberagaman kita adalah ketika masing-masing kelompok hanya ingin mempertahankan diri, dan kelompoknya, budaya kerakusan itu juga membuat kita hanya memuaskan dahaga diri dan kelompok kita seraya menegasikan kelompok yang berbeda dengan kita. Maka, dengan spiritualitas keugaharian ini kita diajak untuk mampu tumbuh bersama dalam kebersamaan. Dan diharapkan hal ini akan memberi warna bagi perjalanan gereja-gereja di Indonesia, lewat program-programnya, selama tahun 2016.”

Tema yang diangkat tahun ini tetap seperti arahan Sidang Raya di Nias, yaitu “Tuhan Mengangkat Kita dari Samudera Raya (Maz. 71: 20b),” dengan sub tema: “Dalam Solidaritas dengan Sesama Anak Bangsa, Kita Tetap Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila Guna Menanggulangi Kemiskinan, Ketidakadilan, Radikalisme dan Kerusakan Lingkungan.”

Sidang MPL-PGI dimaksudkan untuk mengevaluasi pekerjaan PGI dan gereja-gereja anggota di setahun yang lalu, dan merumuskan program untuk tahun berikutnya.

Pada Selasa (26/1), Pdt Dr Henriette Hutabarat-Lebang, Ketua Umum PGI, memukul gong tanda penutupan Sidang.

Dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasih kepada Sinode Gereja Methodist Indonesia (GMI) yang telah menjadi tuan dan nyonya rumah persidangan, muspida setempat, panitia, juga para pandu yang turut berpartisipasi sehingga acara dapat berjalan dengan baik, demikan media PGI.

%d bloggers like this: