Kita bersaudara: Guru Muslim di Kenya yang turut melindungi warga Kristen dari teroris meninggal dunia

Alm. Bp Salah Sabdow Farah: Pergi dengan meninggalkan pesan perdamaian. (Foto via Twitter)

KENYA (Yubelium.com) — Seorang guru sekolah dasar yang turut melindungi para penumpang bis non-Muslim dari serangan kelompok teroris Desember lalu di Mandera telah berpulang, setelah prosedur operasi gagal menyelamatkan nyawanya dari luka tembak yang dideritanya pada insiden itu.

“Kita bersaudara, hanya agama yang berbeda, karena itu saya meminta kepada para saudara Muslim saya untuk menjaga orang-orang Kristen supaya orang-orang Kristen juga menjaga kita…Dan marilah kita saling menolong dan marilah kita hidup bersama secara damai,” ungkap Salah Sabdow Farah, 34, awal Januari lalu kepada VOA (8/1) ketika sedang dalam perawatan.

Ia mengatakan bahwa Islam adalah agama damai. “[Islam] bukan sebuah agama teroris. Tidak. Itu adalah orang-orang yang memiliki ideologi yang berbeda, karena orang-orang dengan ideologi ini, mereka  ingin membunuh.”

Seperti diberitakan sebelumnya sekelompok orang bersenjata, diduga kuat terkait Al Shabaab, menghentikan bis yang membawa sekitar 80 penumpang ketika sedang mencoba melewati jalan rusak dengan rentetan tembakan senjata.

Mereka lalu memerintahkan para Muslim untuk memisahkan diri dari non-Muslim. Tapi para penumpang secara heroik menolak. Sebelumnya para perempuan Muslim juga telah meminjamkan hijab bagi para non-Muslim.

“Lalu, pada saat itu, ketika kami disuruh untuk memisahkan diri, kami menolak, ketika itu sebuah peluru kena saya, berasal dari jauh,” ungkapnya ketika itu. “Peluru itu bersarang di pinggang.”

Para petugas kesehatan di Kenyatta National Hospital Nairobi telah berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan ayah lima anak ini, dengan yang paling bungsu sedang dalam kandungan. Namun, ia tak tertolong.

Inspektur Jenderal Polisi Joseph Boinnet memberi penghargaan yang tinggi terhadap Bp Farah, mengatakan bahwa ia adalah “seorang pahlawan sejati.” Jenazah Bp Farah, dihentar keluarga, diterbangkan untuk dimakamkan di tempat asalnya.

Bp Farah adalah wakil kepala sekolah di Mandera. Asosiasi guru dan pemerintah setempat berjanji akan menopang dan memberikan pendidikan bagi anak-anaknya, demikian CNN (20/1).

Banyak orang datang berkumpul di pusaranya, menangis dan berdoa.

Saudara Bp Farah, Rashid mengatakan kepada media nasional The Star bahwa ia berharap kematian saudaranya dapat membawa kehidupan beragama yang harmonis dan mendorong rakyat Kenya untuk hidup sebagai satu komunitas.