Ayah bocah Suriah yang tenggelam menangis ketika melihat kartun olok-olok majalah Perancis

.

Aylan Kurdi, 2, pengungsi Suriah yang terbaring kaku di pantai dalam upaya menghindari kekejaman perang. Foto ini merupakan salah satu rendisi para artis terhadap kekejaman perang yang terus berlangsung di Suriah untuk mengingatkan para pemimpin dunia bahwa mereka akan memikul tanggung jawab atas korban-korban yang berjatuhan karena kebijakan yang tidak atau yang diambil mereka. (Foto via Gabworthy)

PERANCIS (Yubelium.com) — Foto Aylan Kurdi, 2 tahun, bocah Suriah yang terbaring kaku tak bernyawa di pantai Turki, menyulut reaksi internasional atas nasib para pengungsi yang berupaya menghindari kekejaman perang.

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) kembali membuat sensasi dengan cara yang tidak terpuji.

Kali ini majalah Perancis itu menggambarkan tubuh Aylan dengan wajah terbenam dalam pasir bersama laki-laki yang digambarkan sedang mengejar perempuan.

“Akan jadi apa Aylan jika ia tumbuh besar?” demikian tulis majalah itu dalam bahasa Perancis. Jawaban yang diberikan adalah bahwa ia akan menjadi pelaku pelecehan seksual, merujuk pada insiden di Jerman.

Kartun itu telah menimbulkan keprihatinan mendalam.

Media Sputnik berhasil menghubungi ayah Aylan, Abdullah Kurdi, yang mengaku ia menangis ketika melihat kartun melecehkan itu.

“Jujur, setelah aku melihat gambar itu, aku tidak dapat menahan airmataku. Aku bahkan tidak dapat menggambarkan perasaan sakit yang aku rasakan pada saat itu. Apa yang mereka lakukan adalah sangat buruk; itu adalah penghinaan terhadap kenangan bagi anakku. Aylan berumur dua tahun ketika hidupnya berakhir,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa CH seharusnya menghargai Aylan dan keluarga, termasuk kenangan para korban, teristimewa anak-anak. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya.

“Jika mereka berani mengejek-ejek yang paling sakral, adalah bukan hal yang mengejutkan bahwa mereka mempublikasikan karikatur anakku,” ungkapnya.

“Aku meminta pada majalah ini dan kepada dunia, dan mendesak setiap orang untuk menghargai kenangan semua anak-anak yang telah meninggal. Jangan membuka kembali luka dari orang-orang yang mereka kasihi yang masih terus berdarah.”