Bis dihadang kelompok radikal, Muslim Kenya pasang badan lindungi Kristen

Foto: Stephen Astariko/The Star via AllAfrica)

KENYA (Yubelium.com) — Para perempuan Muslim meminjamkan hijab kepada non-Muslim, dan sewaktu mereka disuruh turun dari bis yang Kristen ditaruh di tengah kerumunan mereka.

Bis yang mereka tumpangi dengan tujuan Mandera, dekat perbatasan dengan Etiopia dan Somalia, di tengah perjalanan dihadang oleh kelompok radikal, diduga Al-Shabaab, Senin waktu setempat.

Bp Shukri Farah, supir bis, mengatakan kepada media nasional The Daily Nation (22/12) lewat telpon bahwa “adalah mujizat kami selamat.”

Bp Farah, yang bersama kondekturnya mengalami luka tembak dalam insiden itu, mengungkapkan bahwa para penumpang disuruh kembali ke dalam bis setelah para penyerang bersenjata, berjumlah empat orang, gagal mengidentifikasi non-Kristen di antara penumpang dan tidak menggeledah bis.

Tidak ada negosiasi dengan para penyerang, jelas Bp Farah. Namun, Abdiqafar Teno, salah seorang penumpang, kepada CNN (22/12) mengatakan, “Mereka mengatakan [pada kelompok radikal tersebut], ‘Kalau kalian mau membunuh kami, silahkan bunuh kami. Tidak ada Kristen di sini.”

Terdapat lebih dari 100 orang di bis tersebut, kebanyakan adalah perempuan. Bp Farah mengungkapkan bahwa ia memuat sejumlah penumpang dari sebuah bis lainnya yang mengalami kerusakan di perjalanan.

Bis yang melalui wilayah itu biasanya dikawal oleh pihak keamanan. Namun, diberitakan bahwa kendaraan polisi mengalami kerusakan. Belum diketahui apa yang melatar-belakangi sehingga bis tetap melanjutkan perjalanan tanpa penjagaan.

Dua orang tewas dalam penyerangan itu. Seorang pria berlatar belakang Kristen yang mencoba menyelamatkan diri dan sopir sebuah truk yang berada di belakang bis, menurut The Nation setelah dipaksa para penyerang, berbeda dari empat orang sebelumnya, untuk mengucapkan kalimat syuhada. Nama kedua korban tidak disebutkan.

Tahun lalu 28 penumpang bis tewas oleh kelompok bersenjata setelah dipaksa untuk mengutip Qu’ran.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Islam Kenya, Adan Wachu, mengungkapkan penghargaannya terhadap para Muslim yang melindungi saudara Kristen mereka. Ia mengatakan bahwa rakyat Kenya tidak boleh membiarkan para teroris memecah-belah mereka dengan memakai agama.

“Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Kenya untuk mencotohi sikap para Muslim di bis Mandera dalam pembelaan penuh terhadap saudara Kristen mereka melawan teroris yang ingin memecah belah kita atas iman. Mari kita semua sungguh-sungguh saling menjaga,” demikian pernyataan Sekjen MUI Kenya, Selasa, seperti dikutip Capital FM (22/12).

Ia menyampaikan rasa dukacita bagi keluarga para korban dalam peristiwa itu.

Nkaissery, sekretaris kementerian dalam negeri, mengatakan pihak keamanan sedang memburu para pelaku. Ia mengagumi tindakan para penumpang.

“Kita semua adalah orang Kenya, kita tidak dipisahkan oleh agama,” ungkapnya. “Kita semua adalah satu bangsa sebagai satu negara. Dan hal ini adalah pesan baik dari saudara saudari saya dari komunitas Muslim,” ungkapnya.