Ini tanggapan tokoh-tokoh dari dalam dan luar negeri terhadap serangan teroris di Paris, Perancis

(Foto via RT)

PERANCIS (Yubelium.com) — Serangan bersenjata terhadap warga Paris, Perancis, di sejumlah tempat berbeda pada Jumat (13/11) malam waktu setempat menuai kecaman dunia. Menyusul tragedi itu, warga merapatkan persatuan, menyanyikan lagu kebangsaan La Marsellaise; tempat-tempat perteduhan dibuka gratis, dan para taksi menawarkan transportasi tanpa biaya.

Dari Vatikan, Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma mengungkapkan kesedihan, doa dan solidaritasnya dengan para korban dan keluarga. “Tidak ada pembenaran secara agama atau manusiawi untuk [tindakan] itu,” demikian News.va (14/11).

Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, lewat surat yang dialamatkan kepada Presiden Perancis, Francois Hollande, mengungkapkan “kesedihan mendalam di hati,” dan mengungkapkan harapannya supaya bangsa-bangsa dapat mengatasi perbedaan-perbedaan yang ada dan bersama-sama menolak kejahatan ini, demikian Pravmir (14/11).

Dalam pertemuan dengan delegasi Perancis di Suriah, Presiden Bashar al-Assad mengungkapkan belasungkawa, dan menggaris bawahi bahwa serangan di Paris tidak bisa dipisahkan dari serangan di Beirut dan apa yang sedang terjadi di Suriah.

“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga-keluarga di Perancis yang kehilangan anggota keluarga yang dikasihi kemarin, dan kami adalah orang-orang yang paling dekat pada situasi demikian untuk memahami apa yang terjadi kemarin di Perancis, karena kami telah menderita dari terorisme demikian ini selang lima tahun ini di Suriah,” demikian SANA (14/11).

Ia menambahkan bahwa pemerintah Perancis belum serius memerangi terorisme, menyinggung bahwa kebijakan mereka terkait Suriah mengarah pada mendukung terorisme. Terorisme di mana-mana adalah sama, ungkapnya.

Pemimpin Muslim Arab lainnya turut menyampaikan belasungkawa mereka.

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkap Presiden Iran Hassan Rouhani seperti dikutip BRICS Post (14/11). Ungkapan solidaritas juga datang antara lain dari pemimpin Mesir, Abdel-Fattah El-Sisi, dan Uni Emirat Arab, Seikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Pemimpin Masjid Al Azhar di Mesir turut menambahkan bahwa tindakan ISIS melanggar hukum Allah dan Syariah.

Lebih dari 100 orang dikabarkan tewas dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.

Pihak berwenang Perancis menerangkan bahwa bahwa setidaknya dua pelaku masuk ke Uni Eropa sebagai pengungsi lewat Yunani. Jerman telah mengantisipasi dan menyerukan supaya serangan di Paris jangan dikait-kaitkan dengan para pengungsi.

KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan duka mendalam dan mengecam aksi teror itu, termasuk mengingatkan “pemangku bidang pertahanan dan keamanan nasional” Indonesia untuk “terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bahaya laten terorisme, dan apapun bentuk gangguan yang berpotensi menodai kedaulatan NKRI,” demikian AntaraNews (14/11).

Kepada SindoNews Wakil Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengajak supaya “warga negara, masyarakat …bahu-membahu menangkal semakin berkembangnya paham-paham radikal yang berpotensi menumbuhsuburkan terorisme.”

 

%d bloggers like this: