Ev. Franklin Graham bertemu Patriark Kirill di Moskow: Sekularisme sama dengan komunisme

franklin graham

(Foto: Layar diam Youtube)

RUSIA (Yubelium.com) — Ev. Franklin Graham, presiden Asosiasi Pekabaran Injil Billy Graham dan ketua organisasi kemanusiaan Samaritan’s Purse, bertemu dengan Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, 28 Oktober 2015, di Moskow. Antara lain mereka menyoroti kemerosotan moral di Barat dan penganiayaan orang Kristen di Timur Tengah, termasuk ajakan bekerja sama menjangkau orang-orang muda.

Patriark Kirill mengungkapkan bahwa ketika umat Gereja Ortodoks Rusia (GOR) hidup dalam situasi yang sulit di tengah “ideologi ateistik” (komunisme) yang menguasai, mereka melihat bahwa peradaban Barat adalah peradaban Kristen.

“Kami sangat menghargai kebebasan yang dimiliki gereja di Barat, termasuk dampaknya terhadap kehidupan sosial,” ungkapnya.

Namun ia menyesalkan bahwa dalam tahun-tahun belakangan ini terjadi pergeseran yang besar menyangkut kerohanian dan hidup keagamaan di Barat. Ia terutama menggaris bawahi upaya mengganti arti pernikahan yang diberikan oleh Kristus.

Pada masa Perang Dingin GOR secara aktif mengembangkan hubungan dengan umat Kristen di Barat.

“Dan bagi kami orang Kristen di Barat adalah saudara-saudari kami, sekutu kami.”

Melatarbelakangi itu adalah pemahaman yang sama akan peradaban Kristen, sekalipun pada masa lalu telah ada perpecahan, namun nilai-nilai yang dianut adalah sama.

Namun sekarang, mereka yang membela nilai-nilai moral Kristen, dan yang seringkali harus mengkritik penguasa dan masyarakat tempat mereka tinggal, diperhadapkan dengan tekanan, penganiayaan, teristimewa tekanan [dari segi] informasi, ungkap Patriark Kirill menyesali.

Ia menilai bahwa pekabaran Injil yang dilakukan oleh organisasi Billy Graham merupakan sebuah pertanda masih adanya harapan.

Mengenang penginjil besar itu, Patriark Kirill mengungkapkan penghargaannya ketika Billy Graham menyampaikan bahwa ia menolak cara-cara gerakan-gerakan Kristen dari Barat yang waktu itu hendak mengajak umat Ortodoks Rusia meninggalkan gereja mereka.

Ia juga menyampaikan penghargaannya atas kerjasama kemanusiaan untuk membantu masyarakat di Donbass.

Sekularisme adalah sama dengan komunisme

Franklin Graham, yang mengikuti jejak ayahnya sebagai penginjil, mengakui bahwa di Barat, “kami melihat kemerosotan moral gereja-gereja,” dan hal itu adalah “keprihatinan yang besar.”

“Sekularisme, yang sama dengan komunisme, telah menyusup kedalam pemerintah di Barat, Eropa, AS, Canada, banyak negara di seluruh dunia.

“Dan mereka mulai meminggirkan orang-orang Kristen

“Dan saya kuatir bahwa kita mulai kehilangan suara kita. Dan adalah hal yang penting bahwa kita bekerja sama untuk mendukung umat Kristen di seluruh dunia yang berpegang pada iman.

Ev. Franklin Graham juga mengungkapkan penghargaannya atas kebijakan politik Rusia di Suriah, terkait nasib umat Kristen yang diperhadapkan dengan ISIS (disebut seorang ulama sebagai “Negara Iblis.”)

“Saya menghargai Presiden Putin mendukung Presiden Assad. [Presiden] Assad telah melindungi umat Kristen di Suriah. Jika [Presiden Assad] akan gagal, umat Kristen akan dibantai.

“Saya menghargai posisinya mendukung pemerintah Suriah, dan bekerja untuk mendatangkan solusi politis untuk membawa perdamaian di Suriah.”

Selain itu, ia mengungkapkan kekuatirannya atas kemerosotan moral para pemuda kita di seluruh dunia saat ini, dan berharap supaya ada kerja sama dengan gereja Rusia dalam menjangkau anak-anak muda dengan pesan nilai-nilai moral yang kuat.

 

%d bloggers like this: