Kelompok anti eksploitasi hargai Hilton pangkas channel material cabul dari hotel

(Foto via LSN)

Jaringan hotel Hilton memutuskan untuk menghilangkan channel yang menyuguhkan material cabul kepada para pengguna jasa hotelnya yang tersebar di 85 negara.

“Antara lain karena tekanan publik,” ungkap Pat Truman, pemimpin organisasi National Center on Sexual Exploitation (NCSE), yang berhasil meyakinkan pihak Hilton mengambli langkah tersebut setelah kampanye publik selama tiga tahun. “Tapi untuk memberi Hilton penghargaan, mereka akhirnya mengucapkan terima kasih kepada kami,” ungkapnya kepada LSN, 20 Agustus lalu.

“Mereka menyadari bahwa tidak masuk akal menentang [eksploitasi seksual] dan pada saat yang sama mempromosikan pornografi, yang sangat terkait. Para germo menggunakan pornografi untuk menjual pelacuran. Itu semua berkaitan,” tambahnya.

Dalam pernyataan pihak Hilton menyebutkan bahwa mereka sedang melakukan “perubahan segera” untuk menghilangkan channel yang menyuguhkan adegan pornografi di seluruh hotel-hotelnya, sekalipun memberi kesan bahwa para pelanggannya memiliki kebebasan dengan Wi-Fi dalam peralatan elektronik pribadi mereka.

“[K]ami telah memberi telinga kepada para pelanggan kami,” terungkap dalam pernyataan itu, dan bahwa menyediakan “video dewasa” tidak sejalan dengan “visi dan tujuan perusahaan.”

Rob McIntire, konselor yang membidangi masalah syahwat di Colorado Spring, Amerika Serikat, mendukung langkah Hilton itu.

“Dalam lebih dari setengah perceraian di Colorado, pornografi disebut sebagai salah satu faktor. Kebanyakan perempuan mengatakan mereka merasa direndahkan ketika mengetahui bahwa suami mereka melihat pornografi. Mereka mengatakan hal itu sama seperti ada orang lain di kamar tidur,” ungkapnya kepada LSN.

Menurut McIntire masalah yang ada bukan hanya eksploitasi terhadap para model pembuatan material cabul, yang banyak di antaranya hidup dan bekerja dalam kondisi hampir seperti perbudakan, tapi juga kemerosotan moral di AS.