Pakistan: Lemah dan muntah darah ibu Kristen dengan lima orang anak ini butuh doa dan dukungan nyata

Para pengunjukrasa menuntut pembebasan Ibu Asia Bibi dari penjara, dan penghapusan UU panghujatan agama di Lahore, Pakistan, 21 November 2010. (Foto Mohzin Raza via CP)

Asia Bibi, ibu Kristen dengan lima orang anak yang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan penghujatan agama di Pakistan, saat ini masih menunggu peninjauan kembali atas kasusnya, sementara kesehatannya memudar di penjara.

Menurut keterangan keluarganya, ia menderita pendarahan dalam, dan membutuhkan perawatan rumah sakit.

Ia juga “begitu lemah sehingga sulit berjalan,” demikian Christian Post mengutip The Global Dispatch.

Pengacara Ibu Asia telah mengambil upaya hukum untuk memperoleh perawatan dan memindahkannya ke sebuah penjara di Lahore, yang lebih dekat pada keluarganya dan yang menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Ibu Asia yang berusia 50-an menolak tuduhan bahwa ia melakukan penghujatan.

“[Ibu] Asia Bibi telah beberapa lama menghadapi penurunan kesehatan yang cepat dan kami menyerukan kepada orang Kristen untuk mengingat dia dalam doa mereka sehari-hari,” ungkap Wilson Chowdhry, ketua Asosiasi Kristen Inggris-Pakistan (AKIP), kepada CP.

“[Ibu] Asia terus meyakini bahwa Allah akan melepaskan dia dari penjara, namun, sidang pengadilan di Mahkamah Agung terbukti sulit diperoleh. Banyak orang yakin penundaan terjadi oleh hasutan otoritas Pakistan untuk menumbangkan keadilan dengan kematiannya yang lebih awal.”

UU penghujatan di Pakistan telah disalah gunakan untuk menindas kelompok kecil Kristen di negara dengan penduduk terbesar memeluk agama Islam itu. CP melaporkan bahwa pada 2012 lalu Dewan Gereja Gereja se Dunia mendesak direvisinya UU tersebut.

Pada bulan April keluarga Ibu Asia bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, yang berdoa bersama keluarga itu.

Patriark Gereja Ortodoks Rusia juga telah mengirimkan surat kepada pemerintah Pakistan untuk kepentingan Ibu Asia.

Ketua AKIP Chowdry mendorong umat Kristen di Barat untuk meminta pembebasan Ibu Asia dengan cara mengirim email kepada Presiden Pakistan, Mamnoon Hussain, di secretary@presiden.gov.pk, dan Perdana Menteri Nawas Sharif, info@pmo.gov.pk.

Umat Kristen Indonesia di Tanah Air dan diaspora dapat pula memberikan dukungan nyata dengan mengirim email kepada otoritas Pakistan. Format email dapat mengikuti contoh berikut ini:

To: secretary@presiden.gov.pk

Subject: Please release Mrs. Asia Bibi for the sake of conscience and justice

 

The Honorable

Mr Mamnoon Hussain,

President of Republic Pakistan

Learning the fate of Mrs. Asia Bibi, a fellow Christian with five children, accused under the blasphemy law in Pakistan, I felt that a great injustice has been done to such poor woman and her family that desperately need her.

I humbly asked Your Honor to release Mrs. Bibi, as soon as possible, for the sake of conscience and justice that we all treasure as fellow religious believers and human beings.

Thank you for your kind and promptly response to the situation.

Sincerely,

[Your Name]

 

To: info@pmo.gov.pk

Subject: Please release Mrs. Asia Bibi for the sake of conscience and justice

The Honorable

Mr Nawas Sharif,

Prime Minister of Republic Pakistan

Learning the fate of Mrs. Asia Bibi, a fellow Christian with five children, accused under the blasphemy law in Pakistan, I felt that a great injustice has been done to such poor woman and her family that desperately need her.

I humbly asked Your Honor to release Mrs. Bibi, as soon as possible, for the sake of conscience and justice that we all treasure as fellow religious believers and human beings.

Thank you for your kind and promptly response to the situation.

Sincerely,

[Your Name]

%d bloggers like this: