KPAI kawal kasus Angeline; Anggota DPR RI: Anak adalah titipan Tuhan

anak indonesiaDi tengah suasana duka oleh peristiwa tragis yang menimpa Angeline, 8, anggota Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengingatkan bahwa anak adalah titipan Tuhan.

“Di luar sana banyak orang yang ingin punya anak. Kandung atau anak angkat tetap saja itu namanya anak sebagai titipan dari Tuhan,” ungkapnya seperti dikutip ROL, 13 Juni

Ia mengatakan bahwa orangtua wajib mendidik dengan tepat dan merawat dengan baik. Keluarga harus melindungi anak untuk mencegah hal buruk terjadi kepada anak.

Keharmonisan harus diciptakan dalam keluarga. Broken home menurutnya memicu kekerasan terhadap anak-anak “[d]an lagi anak-anak menjadi korban,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan peran masyarakat, di samping pemerintah dan lembaga-lembaga terkait, untuk melakukan pencegahan “agar tidak terjadi kepada anak lain dan di kota lain.”

Mulanya keluarga angkat Angeline yang tinggal di Bali melaporkan bahwa Angeline hilang sejak 16 Mei.

Penyedikan pihak berwenang akhirnya mengungkap bahwa anak perempuan itu telah menjadi korban kejahatan sadis. Ia ditemukan telah dikubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Rabu (10/6) lalu.

Pembantu rumah dengan nama AH alias Agus telah ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi sedang mengembangkan kasus tersebut.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati, mengatakan kepada Metronews, 11 Juni, bahwa KPAI akan mengawal “kasus hukum itu.”

Selain itu, ia mengungkapkan KPAI akan melakukan sosialisasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat menyangkut masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pengabaian terhadap anak, supaya “jika terjadi apa-apa dengan anak di lingkungannya, komunitas berkewajiban mengedukasi keluarga tersebut, demikian Media Indonesia.

Jika tidak berhasil diedukasi, maka akan dipidanakan, terangnya.

Sosialisasi itu penting karena banyak anggota masyarakat menganggap bahwa apa yang terjadi terhadap anak adalah urusan keluarga masing-masing. Tapi masyarakat perlu merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan anak-anak di lingkungannya.

 

%d bloggers like this: