Surat terbuka para pemimpin Kristen dan Islam Amerika Serikat serukan pelestarian pernikahan dan hak kebebasan beragama

prayformarriage (2)

Pada 28 April 2015 Mahkama Agung AS mendengarkan uji materi sejumlah kasus di beberapa negara bagian menyangkut peraturan yang mendefinisikan pernikahan sebagai antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. MA diberitakan akan mengeluarkan keputusan tentang definisi legal pernikahan di negara itu dalam waktu dekat.

Sejumlah pemimpin Kristen dan Islam di Amerika Serikat telah mengeluarkan pernyataan bersama yang diarahkan kepada para pejabat publik, menyerukan supaya pernikahan sebagaimana dipahami secara tradisional dan hak kebebasan beragama di negara itu dipertahankan.

“Sebagai pemimpin-pemimpin agama dari berbagai komunitas iman, kami menyatakan bahwa pernikahan adalah fondasi keluarga tempat anak-anak dibesarkan secara bersama oleh seorang ayah dan seorang ibu,” demikian petikan surat itu.

Mereka menekankan bahwa komitmen bersama untuk menjaga pernikahan dan hak kebebasan beragama itu “tidak terpisah dari menegaskan martabat yang sederajat bagi semua orang dan perlunya perlindungan bagi hak dasariah mereka.”

“Negara memiliki kepentingan yang besar dalam melestarikan pernikahan sebagaimana dipahami secara lintas agama dan budaya selama ribuan tahun, karena [negara] memiliki kepentingan yang besar atas kesejahteraan dari anak-anak,” lanjut mereka.

Surat terbuka tertanggal 23 April 2015 itu menekankan bahwa “[s]etiap anak memiliki seorang ayah dan seorang ibu, dan setiap anak layak memperoleh kesempatan, sedapat mungkin, untuk dibesarkan dalam pernikahan yang stabil dan penuh kasih dari ayah dan ibunya.”

Sekalipun keadaan demikian tidak selalu bisa terwujud, namun mereka menggaris bawahi bahwa negara sangat berkepentingan untuk mendorong dan menegakkan keluarga yang dibangun atas dasar penikahan.

Negara juga perlu memastikan perlindungan dan penguatan terhadap persekutuan seorang suami dan seorang isteri dalam pernikahan.

Para pemimpin agama itu mengingatkan bahwa perubahan definisi pernikahan untuk mengakomodasi tipe hubungan yang lain “memiliki konsekuensi-konsekuensi yang serius, terutama terhadap kebebasan beragama.”

Mereka menunjukkan bahwa bagi banyak orang, menerima definisi baru tentang pernikahan (yang turut melegalkan hubungan sejenis) adalah bertentangan dengan hati nurani dan menyangkal kepercayaan agama dan keyakinan moral mereka.

Para pemimpin agama itu menekankan bahwa tidak boleh seorang atau komunitas, termasuk komunitas keagamaan dan pribadi-pribadi orang beriman, dipaksa untuk menerima perubahan definisi, atau “redefinisi,” itu.

“Pemerintah harus melindungi hak mereka yang memiliki pandangan berbeda tentang pernikahan untuk mengekspresikan kepercayaan dan keyakinan mereka tanpa kekuatiran terhadap intimidasi, marginalisasi, atau tuduhan tak beralasan bahwa nilai-nilai yang mereka anut menunjukkan permusuhan atau kebencian terhadap orang lain.”

Surat terbuka itu diakhiri dengan seruan untuk melestarikan arti khusus pernikahan dalam hukum, dan penghargaan yang diperbarui terhadap kebebasan beragama dan hak hati nurani bagi semua orang dalam mengupayakan kebaikan bagi masyarakat secara umum.

“Dalam hal ini dan semua yang kami kerjakan, kami didorong oleh tugas kami untuk mengasihi Allah dan sesama. Kasih ini adalah juga untuk mereka yang tidak sependapat dengan kami dalam isu ini.

“Kesejahteraan dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang terkait mendorong kami untuk bersuara bagi pernikahan sebagai persekutuan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan,” ungkap para pemimpin agama itu.

Komunitas-komunitas agama yang terwakili dalam surat terbuka ini adalah:

The Rev. Dr. Leith Anderson
President
National Association of Evangelicals

The Most Rev. Dr. Foley Beach
Archbishop and Primate
Anglican Church in North America

Dr. A.D. Beacham, Jr.
Presiding Bishop
International Pentecostal Holiness Church

The Rev. John F. Bradosky
Bishop
North American Lutheran Church

Rev. Mark Chavez
General Secretary
North American Lutheran Church

Clint Cook
Executive Director
General Association of General Baptists

Most Rev. Salvatore J. Cordileone
Archbishop of San Francisco
Chairman
USCCB Subcommittee for the Promotion and Defense of Marriage

His Eminence Archbishop Demetrios
Archbishop of America
President of the Holy Eparchial Synod
Greek Orthodox Archdiocese of America

The Most Rev. Robert Duncan
Archbishop Emeritus
Anglican Church in North America
Bishop, Anglican Diocese of Pittsburgh

Rev. Dr. Ron Hamilton
Conference Minister
Conservative Congregational Christian Conference

Rev. Dr. Matthew Harrison
President
Lutheran Church – Missouri Synod

Rev. Bruce D. Hill
Bishop
Evangelical Congregational Church

John Hopler
Director
Great Commission Churches

Steven R. Jones
President
Missionary Church, Inc.

Imam Faizul Khan
Islamic Society of Washington Area

Most Rev. Joseph E. Kurtz
Archbishop of Louisville
President
United States Conference of Catholic Bishops

Most Rev. William E. Lori
Archbishop of Baltimore
Chairman
USCCB Ad Hoc Committee for Religious Liberty

Dr. Jo Anne Lyon
General Superintendent
The Wesleyan Church

Most Rev. Richard J. Malone
Bishop of Buffalo
Chairman
USCCB Committee on Laity, Marriage, Family Life and Youth

Dr. Russell Moore
President
Southern Baptist Ethics & Religious Liberty Commission

Dr. Gus Reyes
Director
Christian Life Commission, Texas Baptists

Rev. Eugene F. Rivers, III
Founder and President
Seymour Institute for Black Church and Policy Studies

Jacqueline C. Rivers
Executive Director
Seymour Institute for Black Church and Policy Studies

Larry Roberts
Chief Operating Officer
The Free Methodist Church – USA

Rocky Rocholl
President
Fellowship of Evangelical Churches

Rev. Samuel Rodriguez
President
National Hispanic Christian Leadership Conference / Hispanic Evangelical Association

Bishop Gary E. Stevenson
Presiding Bishop
The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints

Dr. L. Roy Taylor
Stated Clerk
Presbyterian Church in America

His Beatitude, The Most
Blessed Tikhon
Archbishop of Washington and Metropolitan of All America and Canada
Orthodox Church in America

Dr. Joseph Tkach
President
Grace Communion International

Rev. Dr. David Wendel
Assistant to the Bishop for Ministry and Ecumenism
North American Lutheran Church

Rev. Phillip Whipple
Bishop
United Brethren in Christ Church, USA

David P. Wilson
General Secretary Church of the Nazarene

Rev. Paul Winter
Elder
Bruderhof Communities

Dr. George O. Wood
General Superintendent Assemblies of God

 

Meluasnya pengaruh sekularisme di Amerika Serikat telah menempatkan komunitas-komunitas agama pada posisi sulit, mendorong para pemimpinnya untuk menghimbau para pejabat publik, supaya dapat memberikan keputusan yang bijaksana demi kebaikan bersama.

Teks lengkap The Defense of Marriage and the Right of Religious Freedom: Reaffirming a Shared Witness (disertai link untuk format Pdf.)