Paus Fransiskus: Berbagi sukacita Paskah dan bela umat Kristen teraniaya

Umat Kristen menghidupi sukacita Kebangkitan ketika mereka membagikan senyum kepada orang lain, menangis dengan mereka yang berduka,

dan membela hak-hak mereka yang dianiaya karena iman, demikian pemimpin umat Kristen Katolik Roma, Paus Fransiskus, dalam pesan Paskahnya.

“Saya berharap masyarakat internasional tidak hanya membisu dan berdiam diri melihat kejahatan yang tidak dapat diterima seperti itu,”

ungkapnya merujuk pada¬†“saudara-saudari kita¬†yang dianiaya, diusir dari tempat tinggal mereka, dibunuh dan dipenggal hanya karena mereka Kristen.”

Ia menambahkan bahwa hal demikian merupakan “pelanggaran yang menguatirkan terhadap hak asasi manusia yang paling mendasar.”

“Masyarakat internasional tidak bisa berpaling muka,” ungkapnya seperti dikutip CNS.

“Kita memberitakan kebangkitan Kristus ketika terang-Nya menerangi saat-saat gelap dalam keberadaan kita, dan kita bisa membagikannya dengan orang lain ketika kita belajar tersenyum dengan mereka yang tersenyum dan menangis dengan mereka yang menangis,

ketika kita berdiri di samping orang yang sedih dan terancam kehilangan harapan (dan) ketika kita menceritakan pengalaman iman kita dengan mereka yang sedang mencari arti dan kebahagiaan,” ungkap Paus Fransiskus.

Ia mengatakan bahwa kabar baik tentang kebangkitan Kristus dan janji hidup baru bagi semua yang dibaptis adalah sesuatu hal “yang kita semua terpanggil untuk membagikannya.” Itu adalah “hadiah yang paling indah yang dapati diberikan seorang Kristen kepada saudara-saudarinya.”