Hari ke-39 (Jumat Agung): Menguduskan penderitaan

Penderitaan dikuduskan bagi Allah lewat iman – bukan iman dalam penderitaan, melainkan iman kepada Allah. Ada yang yakin akan kuasa dan nilai dari penderitaan. Akan tetapi, keyakinan yang demikian adalah ilusi. Penderitaan tak memiliki kuasa atau nilai di dalam dirinya sendiri. Penderitaan hanya berharga sebagai ujian iman.

Jika demikian, apakah baik jika kita menderita? Bagaimana seandainya kita masuk ke dalam penderitaan, dan kemudian mendapati penderitaan itu menghancurkan diri kita? Percaya akan penderitaan adalah kesombongan: tapi menderita dalam percaya akan Allah adalah kerendahan hati. Karena keangkuhan dapat mengatakan pada kita bahwa kita cukup kuat untuk menderita, bahwa penderitaan itu baik bagi kita karena kita baik.

Kerendahan hati menunjukkan pada kita bahwa penderitaan itu adalah kejahatan yang harus selalu kita nantikan dalam hidup karena kejahatan itu sendiri ada di dalam diri kita. Tapi iman mengetahui pula bahwa kasih karunia Allah diberikan kepada mereka yang mencari Dia di dalam penderitaan, dan bahwa oleh anugerah-Nya kita bisa mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Salib Kristus tidak berbicara tentang kuasa penderitaan atau kuasa kematian, melainkan semata-mata kuasa dari Dia yang mengatasi penderitaan dan kematian dengan bangkit dari orang mati.

Luka-luka yang ditaruh oleh kejahatan di tubuh Kristus adalah untuk dipuja sebagai hal yang kudus, namun bukan karena itu adalah luka-luka, melainkan karena itu adalah luka-luka Kristus. Kita juga tidak akan memuja luka-luka itu, jika semata-mata Kristus mati karenanya, tanpa bangkit kembali.

Karena Kristus bukan hanya seorang yang pernah mengasihi kita sedemikian sampai rela mati bagi kita. Kasih-Nya bagi kita adalah kasih Allah yang tak terbatas, yang lebih kuat dari semua kejahatan dan tak bisa disentuh oleh kematian.

Karena itu, penderitaan hanya bisa dikuduskan bagi Allah oleh seorang yang percaya bahwa Kristus tidak tetap tinggal dalam kematian. Adalah bagian dari yang paling mendasar dalam iman Kristen untuk menghadapi penderitaan dan kematian, bukan karena itu semua baik, atau mempunyai arti, tetapi karena kebangkitan Kristus telah mengubah arti yang terkandung di dalamnya.

Thomas Merton

%d bloggers like this: