Etiopia meratapi para martirnya di Libya, salah satu korban adalah Muslim

Seorang ibu di Addis Ababa meratapi salah satu korban kekejaman kelompok teroris ISIS di Lybia. (Foto via Cyprus-Mail.com)

LIBYA (Yubelium.com) — Doa bersama antara umat Kristen dan Muslim mengisi tiga hari duka nasional di Etiopia menyusul puluhan warga negaranya di Libya diyakini dibunuh secara brutal oleh kelompok teroris ISIS.

Abuna Matias, Partriark Gereja Ortodoks Tawahedo Etiopia, mengecam dengan sekeras-kerasnya pembunuhan yang ditunjukkan lewat rekaman video itu.

“Kita memiliki tugas untuk mengangkat suara kita dan mengatakan kepada dunia bahwa membunuh orang-orang tak bersalah seperti binatang adalah tidak bisa diterima sama sekali,” ungkapnya seperti dikutip Pravmir (22/4/2015).

Doa bersama dilakukan bersama dengan para pemimpin Islam yang dipimpin Sheik Mohammed-Amin Jemal Umer, Ketua Majelis Islam Etiopia. Ia menyebut membunuh orang seperti [membunuh] “ayam” tidak memiliki tempat dalam Islam.

Yang menyebut diri “Negara Islam” adalah organisasi anti-agama yang beroperasi dengan menggunakan nama agama, ungkap Seikh Umer.

Para pemimpin agama di Etiopia telah menyerukan perlunya melawan terorisme dan ekstrimisme dengan kerja sama pemerintah. “Terorisme tidak mewakili agama manapun. Karena itu, kita perlu mengecamnya dengan keras dan mencegahnya,” demikian pernyataan bersama yang dikutip media lokal Waltainfo.

“Jika ISIL (sebutan lain utk ISIS) merupakan [kelompok] beragama, mereka tidak akan pernah membunuh,” ungkap Kedir Hussein, seorang Muslim yang menghadiri doa bersama. “Kematian orang-orang muda ini adalah seperti seseorang dalam keluarga saya dibunuh.”

Tesfaye Balcha meratapi kematian saudara satu-satunya, Balcha Belete, di tangan orang-orang yang disebutnya tidak berprikemanusiaan. “Saya melihat dia di atas lututnya, seorang bertopeng mengarahkan senjata pada saudara saya dan teman-temannya, dengan sebuah pisau di leher,” ungkapnya.

Media lokal di negara tetangga Somalia melansir berita bahwa salah satu dari para korban adalah seorang Muslim.

Somalilandpress merujuk sumber situs jihad yang mengidentifikasi pria dengan nama Jemaal Rahman atau Jemal R. yang disebut berasal dari wilayah timur Etiopia, dan yang “dengan bodoh merelakan diri” dijadikan sandera dengan warga Kristen. Menurut informasi ia adalah teman dari salah satu warga Kristen yang menjadi korban.

Ratusan orang mengadakan demonstrasi di ibukota Addis Ababa pada hari Selasa, menuntut keadilan bagi mereka yang dibunuh. Kekerasan terjadi pada hari Rabu ketika sebagian orang dari ribuan demonstran bentrok dengan pihak keamanan, demikian Al-Jazeera.

Video propaganda ISIS yang entah mengapa terus masuk ke dunia Internet menunjukkan sekitar 12 orang dibunuh dengan kejam di sebuah pantai, dan sekurangnya 16 ditembak di padang gurun, demikian Pravmir. Para korban disebut “pengikut salib dari musuh Gereja Etiopia.”

Sebelumnya ISIS membunuh dengan kejam sejumlah warga Mesir etnis Koptik. Tindakan barbarik ISIS termasuk menculik dan membunuh beberapa wartawan yang beroperasi di wilayah yang mereka kuasai.

Pemerintah Etiopia sedang mempertimbangkan tanggapan terhadap provokasi ISIS, dan berjanji untuk membantu para migran yang masih berada di Lybia.

Sejumlah warga negara Etiopia, termasuk tetangga Somalia dan Eritrea berangkat untuk mencari hidup baru ke Eropa dengan menumpang kapal lewat Lybia. Kemiskinan akut di negara-negara Afrika sampai saat ini terus mendorong orang menyeberang ke Eropa, juga tak jarang berakhir tragis di laut Mediterania.

 

Berita lainnya:

Paus Fransiskus mengecam pembunuhan warga Kristen Etiopia di Lybia

Gereja Ortodoks Etiopia menetapkan tujuh hari doa berturut-turut untuk para korban

Libanon mengutuk pembunuhan warga Kristen Etiopia oleh ISIS

Pernyataan Uskup Agung Koptik menyusul pembunuhan warga Kristen Etiopia di Lybia

Patriark Kirill menyampaikan dukacita dan penderitaan mendalam atas pembunuhan warga Kristen Etiopia di Lybia