Koalisi 34.000 gereja memutuskan persekutuan dengan PC(USA) terkait ajaran Alkitab tentang pernikahan Kristen

Pdt Anthony Evans, tengah. (Foto via ABC)

The National Black Church Initiative (NBCI), sebuah organisasi yang menaungi 34.000 gereja Negro dan Latino dari 15 denominasi, dan mewakili sekitar 15,7 juta warga Afrika-Amerika, mengakhiri persekutuan dengan Gereja Presbyterian USA (PCUSA) yang baru-baru ini melegalkan “pernikahan” sejenis dalam gereja itu.

“NBCI dan anggota-anggotanya semata-mata berdiri atas Firman Tuhan dalam pemikiran Kristus. Kami mendesak saudara-saudari kami untuk bertobat dan dipulihkan ke dalam persekutuan,” tulis Pdt Anthony Evans, Ketua NBCI, seperti dimuat Charisma News, 27 Maret.

“Manipulasi dalam PCUSA menunjukkan dosa universal terhadap keseluruhan gereja dan anggota-anggotanya. Dengan tindakan ini, PCUSA tidak bisa lagi mendasarkan ajarannya pada 2000 tahun tradisi dan kitab suci, dan menyebut diri sebagai perwujudan Kristen dalam Tubuh Kristus. (PCUSA) telah membuang haknya dengan satu tindakan yang salah ini.”

Pdt Evans berefleksi dari tulisan Rasul Paulus dalam Galatia 1:8 mengingatkan tentang pemberitaan injil yang lain. Juga mereka yang memberitakan Yesus yang lain…yaitu rasul-rasul palsu, para pekerja yang penuh penyesatan, yang menjadikan diri rasul Kristus. “Jangan heran; karena Setan pun menyamar menjadi malaikat terang,” tanggapnya.

“Tidak ada gereja yang berhak merubah Firman Tuhan. Dengan melakukan pemungutan suara untuk merubah definisi pernikahan PCUSA secara otomatis menghilangkan anugerah penyelamatan Kristus (dalam gereja PCUSA). [Karena,] selalu ada penebusan dalam tubuh Kristus melalui pengakuan iman dan menuruti (ajaran) Kitab Suci.

“Dalam hal ini, PCUSA secara sadar melakukan voting untuk mengubah Firman Tuhan dan pemahaman pernikahan kudus antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Oleh karena itu kami harus memutuskan persekutuan dengan [PCUSA] dan mendesak seluruh dunia Kristen untuk melakukan hal yang sama.”

Pemungutan suara dalam PCUSA untuk mengubah definisi pernikahan dalam konstitusinya berakhir dengan 87 presbytery (setingkat wilayah) setuju, 73 menentang, dan 3 abstain, demikian LO.

Sebelumnya, pada 2010-2011 PCUSA juga telah meloloskan peraturan yang membolehkan mereka yang secara terbuka mempraktekkan hubungan sejenis untuk menjadi pendeta, diaken, atau penatua.

Hal yang mendorong Gereja Presbyterian Nasional Meksiko (GPNM) pada 18 Agustus 2011 memutuskan hubungan kerjasama dengan PCUSA, sekalipun menyatakan kesediaan untuk kembali menyatukan persaudaraan dan kerjasama sekiranya PCUSA berbalik dari jalannya.

Dalam voting 116-22 para utusan GPNM menetapkan “segera memutuskan hubungan [139 tahun] kerja sama, mengecam dosa dan ketidak taatan yang nampak jelas terhadap Firman Tuhan yang mengatakan kepada kita bahwa kita tidak boleh mengambil bagian dalam hal yang sama. ‘Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya’, …” (Wahyu 18:4).

 

Diperbarui 29 Maret 2015.