Hari ke-36 (Selasa): Kematian tak perlu ditakuti

Karena pemikiran tentang kematian itu sendiri tidak menggentarkanku, tidak pernah dalam melalui semua peperangan, penjara, atau kamp penahanan. Kematian akan datang kepada setiap orang di penghujung hidup di dunia ini, namun bukan karena itu kematian menjadi kejahatan yang mutlak.

Jika kabar baik dalam iman Kristen berarti sesuatu, maka itu adalah: bahwa kematian tidak mengandung ancaman tersembunyi, tidak ada misteri, kematian bukan sesuatu yang harus kita takuti.

Kematian bukan akhir dari kehidupan, dari jiwa, dari diri seseorang. Kematian Kristus di Kalvari tidak secara sendiri merupakan titik sentral karya penyelamatan, melainkan kematian dan kebangkitan;

adalah kebangkitan yang menyempurnakan kemenangan-Nya atas dosa dan kematian, warisan dosa asali umat manusia yang mengharuskan seorang Penebus dan penebusan.

Inilah “kabar baik” keselamatan itu, yang dimaksudkan untuk menghapus ujung keragu-raguan, ujung ketakutan, tentang hakikat kematian.

 

Walter J Ciszek, “Fear Not,” dalam Bread and Wine: Readings for Lent and Easter (Maryknoll, New York: Orbis, 2012 [cetakan keempat belas]), 307, terjemahan.