Hari ke-27 (Jumat): Sikap hati

Merasa cukup adalah suatu bentuk penerimaan, dan merupakan sebuah anugerah yang besar untuk dicari dan diterima.

Merasa cukup berakar pada kemampuan untuk hidup damai dalam dunia ini sebagaimana adanya, dengan kesadaran bahwa Allah mengijinkan banyak hal yang tidak kita pilih pada suatu ketika dan untuk maksud tertentu. Penerimaan bukan berarti menyetujui segalanya.

Penerimaan eksternal. Sesungguhnya ada banyak hal yang tidak boleh kita setujui dalam dunia. Penerimaan adalah kemauan untuk hidup dan bekerja dengan kerendahan hati di dalam dunia yang tidak sempurna atau yang berjalan menurut selera kita. Ada hal yang kita perlu ubah, ada yang perlu kita hidupi dengan sabar. Itu panggilan. Dan juga dalam hal-hal di mana kita dipanggil untuk mengubah, kita mungkin harus menerima bahwa kita tidak bisa mengubahnya dengan cepat, atau tidak bisa sama sekali mengubahnya saat ini.

Kristus memberikan perumpamaan tentang lalang di antara gandum, dan mengingatkan kita untuk tidak mencabut lalang itu karena dapat merugikan gandum. Adalah fakta misterius bahwa Allah membiarkan banyak hal tanpa penyelesaian.

Adalah bagian dari perjalanan menuju kerendahan hati untuk membedakan apa yang dapat kita ubah dengan karunia yang diberikan kepada kita dan apa yang harus kita terima sebagai hal yang berada di luar kemampuan kita untuk kita ubah.

Penerimaan internal adalah bersyukur untuk apa yang kita miliki dan kebebasan dari amarah untuk apa yang tidak kita miliki. Dalam keangkuhan, kita menuntut supaya keinginan kita, agenda kita terpenuhi, menu kita diikuti. Dalam perjalanan kita menuju kerendahan hati, kita menjadi semakin menerima apa yang Allah berikan kepada kita dan berkata, “Sudah cukup, Tuhan. Saya sangat berterima kasih!”

 

Catatan:
Renungan ini dikembangkan dari 12 langkah menuju ke kerendahan hati oleh St. Bernard Clairvaux yang dirangkum oleh Msgr. Charles Pope dalam “A Medieval Monk’s 12 Steps to Deeper Humility” (Aleteia, 28 Februari 2015). Ke-12 langkah ini akan dimuat dalam hubungan dengan masa Pra-Paskah.